Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 18:18 WIB | Rabu, 13 April 2016

YLKI: Kantong Plastik Berbayar Murah Tidak Mengurangi Sampah Plastik

YLKI: Kantong Plastik Berbayar Murah Tidak Mengurangi Sampah Plastik
Tim Bidang Penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) saat memberikan penjelasan tentang hasil survei investigasi yang dilakukan disejumlah ritel di Jakarta terkait penerapan kebijakan uji coba kantong plastik berbayar saat gelar jumpa pers di kantor YLKI Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (14/4). Dari hasil survei yang dilakukan pada bulan Maret sampai April, YLKI menilai penggunaan kantong plastik berbayar dinilai masih belum efektif dalam rangka mengurangi sampah plastik. (Foto-foto: Dedy Istanto).
YLKI: Kantong Plastik Berbayar Murah Tidak Mengurangi Sampah Plastik
Tim Bidang Penelitian YLKI Natalya Kurniawati (kiri) menjelaskan hasil survei investigasi yang dilakukan selama satu bulan disejumlah ritel modern di Jakarta yang menerapkan uji coba kebijakan kantong plastik berbayar.
YLKI: Kantong Plastik Berbayar Murah Tidak Mengurangi Sampah Plastik
Tim Bidan Penelitian YLKI Natalya Kurniawati saat memberikan penjelasan beberapa dokumentasi disejumlah ritel yang memberikan informasi tentang kantong plastik berbayar dari hasil survei yang dilakukannya.
YLKI: Kantong Plastik Berbayar Murah Tidak Mengurangi Sampah Plastik
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi (berdiri) saat memberikan penjelasan tentang survei yang dilakukan oleh YLKI dalam rangka penerapan uji coba kebijakan kantong plastik berbayar yang dinilai masih belum efektif mengurangi sampah plastik.
YLKI: Kantong Plastik Berbayar Murah Tidak Mengurangi Sampah Plastik
Tim Bidang Penelitian YLKI memberikan catatan rekomendasi dari hasil survei yang dilakukan selama satu bulan terkait uji coba kebijakan kantong plastik berbayar disejumlah ritel di Jakarta.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan uji coba kantong plastik berbayar belum efektif dalam mengurangi sampah plastik bagi lingkungan. Hal itu disampaikan dalam gelar jumpa pers yang digelar di kantor YLKI Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan, hari Rabu (13/4). 

“Tim kami telah melakukan survei investigasi sebagai bagian dari seberapa efektivitaskah kebijakan tentang penerapan uji coba kebijakan kantong plastik berbayar disejumlah ritel di Jakarta pada bulan Maret sampai April. Mengingat negara Indonesia peringkat kedua setelah Tiongkok yang menyumbang sampah plastik terbesar di dunia,” kata Tulus Abadi Ketua Pengurus Harian YLKI.

Berdasarkan hasil survei yang disampaikan oleh Natalya Kurniawati staff Bidang Penelitian YLKI telah mendapat beberapa catatan kepada Pemerintah diantaranya, ritel seharusnya memasang media Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) di gerainya yang strategis agar terlihat oleh konsumen. Kedua melakukan pelatihan terhadap kasir dan menyediakan alternatif kantong belanja non plastik dengan harga murah terhadap konsumen, serta melakukan tanggung jawab pengelolaan sampah Extended Producer Responsibility (EPR) dengan menarik kembali kantong sampah yang berasal dari gerainya.

Isu climate change dan konsumsi berkelanjutan dalam satu dekade masih menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia. Konsumen dapat bijak dalam berkonsumsi, dan berkontribusi terhadap Bumi yaitu salah satunya mengurangi sampah plastik.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home