Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 15:00 WIB | Rabu, 08 Maret 2017

AS Puji Malaysia dan Kecam Korea Utara

Bendera Korea Utara terlihat di dalam kompleks kedutaan besar Korea Utara di Kuala Lumpur 8 Maret 2017. Perdana menteri Malaysia pada 8 Maret menepis bahwa hubungan dengan Korea Utara memburuk dan mengatakan pemerintah akan mencari jalan untuk menegosiasikan konflik diplomatik yang meningkat akibat pembunuhan Kim Jong-Nam. (Foto: AFP)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Amerika Serikat (AS) memuji Malaysia dalam penanganan pembunuhan Kim Jong-Nam, dan menyebut tindakan Korea Utara sebagai sikap "tercela."

Asisten sekretaris Departemen Luar Negeri AS urusan Asia Timur dan Pasifik, Daniel Russel mengatakan polisi Malaysia sudah bekerja dengan profesional dan melakukan penyelidikan pembunuhan berdasarkan bukti-bukti.

"Saya ingin mengungkapkan rasa hormat kami dan kekaguman pada profesionalisme otoritas penegak hukum Malaysia yang menjalankan penyelidikan dengan mengesankan dan bekerja berdasar fakta-fakta secara cepat, profesional, dan canggih," kata Russel pada wartawan dalam konferensi pers di Washington, AS, hari Rabu (8/3).

Sebaliknya diplomat senior AS itu mengecam keras tindakan yang diambil oleh Pyongyang, termasuk keputusan yang melarang warga Malaysia meninggalkan negara Korut.

Dia secara terbuka menyalahkan Korea Utara atas pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang tewas karena senjata kimia nerve VX di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 pada 13 Februari.

"Pembajakan wilayah suatu negara dengan menggunakan kekuatan asing untuk tujuan pembunuhan, untuk tujuan pembunuhan politik, adalah sikap yang tercela. Karena itu, saya bersimpati pada Malaysia," kata dia.

Russel mengatakan Malaysia memiliki hak untuk menyatakan Duta Besar Korea Utara Kang Chol sebagai persona non grata (orang yang tidak diinginkan) dan pengusirannya adalah akibat dari semakin memanasnya hubungan kedua negara, yang sebelumnya memiliki hubungan diplomatik baik selama bertahun-tahun.

"Ketegangan diplomatik saat ini antara Malaysia dan DPRK (Democratic People's Republic of Korea) sangat disesalkan tapi saya sepenuhnya memahami tindakan yang diambil oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdana Menteri Malaysia yang menggunakan hak mereka di bawah Konvensi Wina," tambahnya.

Russell berbicara kepada wartawan Asia Tenggara dalam jumpa pers terakhirnya sebelum melepaskan jabatan di Departemen Luar Negeri AS pada akhir minggu. Selanjutnya dia akan menjabat sebagai penasehat senior di Asia Society Policy Institute (ASPI), sebuah think tank yang menangani tantangan kebijakan utama terhadap kawasan Asia Pasifik. (thestar.com.my)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home