Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 13:45 WIB | Kamis, 10 November 2016

IPMI Trend Show 2017: Era Soekamto dan Kekuatan Perempuan

IPMI Trend Show 2017: Era Soekamto dan Kekuatan Perempuan
Koleksi Era Soekamto Indonesia, Asmaradhana, yang ditampilkan dalam IPMI Trend Show 2017 di White Cube, The Hall, Senayan City, 8 November 2016/ (Foto-foto: Sotyati)
IPMI Trend Show 2017: Era Soekamto dan Kekuatan Perempuan
Salah satu koleksi Asmaradhana dari Era Soekamto Indonesia.

SATUHARAPAN.COM – Desainer Era Soekamto memberikan kejutan manis melalui peragaan busananya pada hari pertama gelaran IPMI Trend Show 2017, 8 November 2016. Mengusung tema “Asmaradhana”, ia memamerkan  12 koleksi barunya, yang didominasi warna-warna lembut, putih dan keemasan.

Era, bersama properti oleh Rumah Jawa dan dekorasi oleh Bimo Singgih, menghadirkan suasana ruang paseban di keraton-keraton Jawa di White Cube, ruangan minimalis yang memberikan ruang bagi desainer untuk menunjukkan koleksinya sesuai kreativitas, dalam suasana yang akrab dibandingkan dengan pergelaran secara konvensional, pada Selasa sore itu. Bau dupa menyambut tamu yang hendak menyaksikan pameran koleksinya saat memasuki ruangan.

Dalam cahaya yang temaram, Era yang sudah berkarya 17 tahun di industri fashion Indonesia, memamerkan  satu per satu koleksi dari lini pribadinya, Era Soekamto Indonesia.  Sentuhan Jawa klasik  masih terlihat dalam koleksinya, yang ia hadirkan dalam wujud pengembangan busana tradisional kebaya bercitarasa modern.  

Era membubuhkan prada emas, yang ia sebut melalui siaran pers memakai teknik canting dan kuas di atas material solk organza, menggunakan motif Iwan Tirta Private Collection sebagai pengembangan ide dalam menyampaikan pesan dalam setiap karyanya.

Aksesori karya Rinaldy A Yunardi mempercantik penampilan model yang memeragakan koleksinya.

Era, yang juga dikenal sebagai creative directore Iwan Tirta Collection, kali ini mendedikasikan koleksinya untuk pakaian wanita yang bergaris ultrafeminin, delicate, berkarakter kuat dan “njawani”, sangat kental dengan napas Jawa, sesuai jiwanya yang menyukai sejarah, filsafat Jawa dan Nusantara, serta keahliannya dalam mengemas Nusantara menjadi sebuah karya yang  sarat pesan. Untuk karyanya kali ini, Era terinspirasi dari pupuh dan macapatan Jawa yang bertutur tentang kekuatan perempuan Jawa di balik kelemahlembutannya.

Melalui karyanya itu, Era berkeinginan memberi inspirasi kepada perempuan Indonesia bahwa definisi cantik adalah kolaborasi antara jiwa dan sebuah fashion statement yang bersenyawa, sehingga inner beauty dapat terpancar sempurna.

Barli Asmara: All The Horses

Sama dengan Era Soekamto, Barli Asmara, yang kali ini berkolaborasi dengan label ATH (dari All The Horses), mendedikasikan koleksinya untuk perempuan dinamis dan imajinatif, perempuan-perempuan aktif yang menikmati kehidupannya.

Barli dan ATH menghadirkan siluet Gotik di atas bahan berat seperti kulit, denim, renda, dan berbagai aplikasi kancing, menyeimbangkannya dengan bahan-bahan lembut, seperti sifon, renda, dan aplikasi bordir, yang ia maksudkan sebagai simbolisasi keberanian menikmati hidup.

Warna hitam dan putih menjadi pilihan untuk koleksi Spring Summer 2017 ini, dalam paduan ramuan garis desain dan tampilan, yang menyimbolkan kisah  modern yang mampu menyeimbangkan perjalanan hidup kaum perempuan. Lembut, sekaligus berjiwa kuat dan feminin, namun tetap mengesankan ketegasan. 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home