Loading...
INDONESIA
Penulis: Martha Lusiana 11:59 WIB | Jumat, 14 Agustus 2015

Ketua MPR RI: Indonesia Mesti Beralih dari SDA ke SDM

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama para pimpinan tinggi lembaga negara berfoto bersama saat tiba untuk menhgadiri Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM –  Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan mengatakan, sudah saatnya Indonesia beralih dari fokus mengekspor sumber daya alam (SDA) menjadi penciptaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna menunjang beragam pembangunan sektor penting, yakni pangan, energi, dan transportasi.

“Kunci kemakmuran bangsa adalah sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar politikus asal Lampung ini saat memberikan sambutan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (14/8).

Ketua MPR sempat menyinggung era 1990-an bahwa pada masa itu Indonesia masih mengandalkan kepada ekspor komoditas sumber daya alam mentah seperti perkayuan.

Meski ekspor kayu kini merosot, ujar dia, tetapi Indonesia masih merasakan dampaknya, seperti kerap terjadinya banjir dan longsor di berbagai daerah di Tanah Air.

Zulkifli Hasan juga mengingatkan bahwa ketergantungan negara ini pada ekspor komoditas sumber daya alam juga kerap tidak berkesinambungan karena rentan terhadap volatilitas atau pergerakan harga internasional.

"Tantangan kita terletak pada menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif yang menguasai bidang-bidang strategis seperti pangan, energi dan transportasi," kata dia.

Ketua MPR mengingatkan, Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia juga penting memiliki transportasi pangan dan energi yang dapat mendorong produktivitas serta menciptakan lapangan kerja serta menciptakan SDM berkemampuan tinggi.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI 2001-2004, Hamzah Haz juga menginginkan agar pemerintah dapat mengarahkan pendidikan di Tanah Air untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri.

"Coba kalau semua pendidikan itu diarahkan untuk (meningkatkan kemampuan) mengelola sumber daya alam kita," katanya di Jakarta, Selasa (11/8).

Hamzah Haz berharap, berbagai sektor seperti pertambangan, pertanian dan perkebunan dapat dikelola secara mandiri oleh bangsa Indonesia.

Dengan demikian, lanjutnya, semua barang yang dikirim ke luar negeri atau diekspor adalah barang yang sudah diproses atau paling tidak barang setengah jadi. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home