Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 05:04 WIB | Minggu, 01 November 2015

Pengungsi Perempuan Afganistan Meninggal Dunia di Kroasia

Ilustrasi: Para pengungsi berkumpul di depan sebuah kapel di Calais, Prancis. (Foto: ibtimes.co.uk)

ZAGREB, SATUHARAPAN.COM - Seorang pengungsi perempuan berusia 63 tahun asal  Afganistan meninggal dunia pada Sabtu (31/10) di Opatovac, Kroasia Timur, dekat perbatasan dengan Serbia, menurut polisi setempat.

Departemen Kesehatan Kroasia menegaskan bahwa perempuan itu pingsan ketika dia turun dari bus yang diangkut dan pengungsi lainnya dari Serbia ke pusat penerimaan di Opatovac dan dokter mencoba untuk menghidupkan kembali, tapi sia-sia.

Penyebab kematian masih belum diketahui, namun keluarganya mengatakan bahwa dia sakit dan memiliki masalah dengan jantung dan paru-parunya.

Keluarganya menyatakan keinginan bahwa dia akan dimakamkan di pemakaman Muslim terdekat, kata polisi, yang mengatakan mereka akan memastikan bahwa ini akan dilakukan bekerjasama dengan Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menangani pengungsi (UNHCR) dan pemerintah setempat.

Sebanyak 292.706 pengungsi dan migran telah memasuki Kroasia dari awal krisis pengungsi, menurut kementerian dalam negeri.

Pengungsi Picu Ketegangan Serbia Kroasia

Pada akhir bulan September lalu, ketegangan antara Serbia dan Kroasia  meningkat karena dua negara yang terletak di Eropa Tengah tersebut berjuang untuk menangani puluhan ribu pengungsi yang keluar dan masuk  untuk mencari perlindungan di bagian lain Eropa.

Serbia melarang impor dari Kroasia  untuk memprotes keputusan Kroasia yang menutup perbatasan untuk melintasnya barang-barang produksi dan paket kargo. Kroasia merespon dengan melarang semua kendaraan pribadi roda empat dan roda dua dari Serbia memasuki negara yang beribu kota di Zagreb itu.

"Kami menanggapi langkah Kroasia tersebut dengan langkah-langkah ekonomi tanpa hormat bagi warga Kroasia," kata Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic seperti diberitakan Aljazeera, Minggu (25/9).

Kroasia telah menutup semua kecuali satu dari perlintasan dengan Serbia untuk memblokir pergerakan pengungsi, yang terus berlanjut setelah 51.000 orang memasuki negara itu pada akhir September 2015.

Sejak Hongaria menyegel perbatasan selatan dengan Serbia, hampir 60.000 pengungsi dan migran telah menyeberang ke Kroasia, mencari rute alternatif menuju Eropa Barat.

Kewalahan oleh jumlah migran yang meningkat, Kroasia menutup semua perlintasan kecuali satu dari perlintasan perbatasan dengan Serbia. Pemerintah Serbia menyalahkan untuk mengalihkan aliran menuju perbatasan bersama mereka. (xinhuanet.com/ aljazeera.com).

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home