Loading...
EKONOMI
Penulis: Eben Ezer Siadari 14:53 WIB | Jumat, 02 Januari 2015

Perdagangan Awal Tahun di Tanah Abang Tradisi Baru Jokowi

Presiden t Joko Widodo (kanan) bersama dengan Mark Zuckerberg (kiri) saat keduanya hendak berangkat blusukan ke Pasar Tanah Abang, usai menggelar pertemuan tertutup di Kantor Gubernur, Balai Kota. (Foto: Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Nyaris tak terendus awak media, Presiden Joko Widodo membuat tradisi baru hari ini (2/01) dengan membuka perdagangan awal tahun 2015 di Pasar Tanah Abang.

Seorang presiden melakukan pembukaan perdagangan di kawasan yang menjadi lokasi pasar tradisional dan merupakan simbol aktivitas ekonomi di sektor riel, merupakan yang pertama kali sepanjang sejarah Indonesia. Ini melengkapi tradisi yang sudah mapan, yaitu presiden atau yang mewakili membuka perdagangan awal tahun di bursa saham.

Mengenakan kemeja batik cokelat, Jokowi tiba di Pasar Tanah Abang sekitar pukul 08:00 didampingi Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Para awak media baru mendapat pemberitahuan tentang kegiatan Jokowi tersebut dari Biro Pers Kepresidenan pagi ini. Sebelumnya, jadwal Jokowi pada pagi hari ialah membuka perdagangan tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah lebih kurang 30 menit di tempat itu, Jokowi kemudian kembali masuk ke dalam mobil sambil menyapa sejumlah warga. Ketika mobilnya melaju menuju Gedung Bursa Efek Indonesia, ia melambaikan tangan.

Di main hall BEI, Jokowi meresmikan pembukaan perdagangan saham tahun 2015 dengan acara yang cukup singkat. Setelah mengucapkan beberapa patah kata, Jokowi menekan tombol sirine.

"Dengan memohon ridho, mengucapkan syukur dan bismillah, aktivitas hari pertama perdagangan bursa di BEI tahun 2015, saya nyatakan resmi dibuka," kata Jokowi.

Dalam peresmian pembukaan perdagangan saham tersebut, Jokowi didampingi oleh Ketua DK OJK Muliaman D Hadad, Gubernur BI Agus Martowardojo dan beberapa menteri kabinet kerja lainnya seperti Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan menteri lainnya.

Tradisi Baru

Pasar Tanah Abang merupakan lokasi pasar tradisional yang kerap disambangi Jokowi, terutama saat dia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jokowi saat menjadi gubernur melakukan penataan Pasar Tanah Abang, termasuk melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Blok G Pasar Tanah Abang.

Bahkan, setelah terpilih menjadi presiden, Jokowi pernah membawa pendiri Facebook Mark Zuckerberg untuk blusukan ke Pasar Tanah Abang para 13 Oktober 2014.

Jokowi mengatakan pasar Tanah Abang merupakan pusat garmen terbesar di Indonesia untuk tujuan ekspor. Dengan membuka perdagangan di pasar itu, ia berharap pasar ini akan memberikan dampak yang besar bagi kinerja ekonomi di tahun 2015.

"Tadi saya sudah buka pintu besar pasar Tanah Abang dengan beberapa menteri dan wakil gubernur, karena di sana pusat perdagangan produk-produk yang dihasilkan oleh rakyat di Tanah Air dan juga pusat garmen untuk ekspor," kata Jokowi usai pembukaan perdagangan saham 2015 di gedung BEI.

Dengan dibukanya perdagangan di pasar Tanah Abang, Jokowi berharap, bisa memberikan efek yang positif juga bagi perdagangan indeks saham di awal tahun ini. Sehingga rasa optimisme bisa menguat di tahun yang berjalan.

Sudah Dilakukan SBY dan Boediono

Sudah menjadi kebiasaan Presiden atau Wakil Presiden membuka BEI pada awal tahun. Pada tanggal 2 Januari 2014, sosok yang membuka perdagangan pertama BEI adalah Wakil Presiden ketika itu, Boediono.

Pada pembukaan awal tahun 2011, Presiden ketika itu, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasi kepada BEI yang dinilai berkinerja mengesankan dan agar prestasi tersebut dapat dipertahankan.

Sementara pada pembukaan awal tahun 2012, SBY juga mengucapkan terima kasih dan ingin agar berbagai pelaku ekonomi membangun perekonomian Indonesia lebih baik lagi pada masa mendatang bersama-sama dengan pemerintah.

Sedangkan pada pembukaan perdagangan awal tahun 2013, Wakil Presiden ketika itu, Boediono mengemukakan apresiasinya karena di tengah kondisi finansial global yang dipenuhi ketidakpastian, BEI masih mencatat pertumbuhan yang menggembirakan.

Boediono juga, seperti SBY pada tahun-tahun sebelumnya, ingin BEI mempertahankan kinerja yang dinilai baik dan mengalami peningkatan.

Pada acara pembukaan perdagangan awal tahun 2014 di BEI, Boediono mengemukakan bahwa pihaknya memfokuskan diri pada empat faktor, yaitu likuiditas global, harga minyak dunia, bahan makanan, dan politik dalam negeri.

"Dengan sektor riil bergerak, sektor keuangan yang stabil maka Bursa Efek Indonesia dapat mencapai prestasi untuk tahun selanjutnya," kata Boediono.

Terkait dengan perdagangan awal tahun 2015 yang dibuka Jokowi, Indeks harga saham gabungan di BEI, Jumat pagi, dibuka naik 6,85 poin atau 0,13 persen menjadi 5.233,80. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 1,73 poin (0,19 persen) menjadi 900,31.

Untuk nilai tukar rupiah diberitakan pada Jumat pagi ini bergerak melemah sebesar 43 poin menjadi Rp12.430 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.387 per dolar AS. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home