Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 15:11 WIB | Sabtu, 14 September 2019

Upaya Meningkatkan Ekonomi Lokal Melalui Balkonjazz Festival 2019

Jumpa media Balkonjazz Festival 2019 di pendapa Balkondes Ngaran Borobudur menghadirkan narasumber (dari kanan ke kiri) Edy Setijono (Dirut TWC Borobudur-Prambanan), Jatmika Budi Santoso (Direktur PT MCN), Bakkar Wibowo (Direktur Balkonjazz Fest), dan Ari Wvlv (Creative Director Balkonjazz Festival 2019), Jumat (13/9). (Foto: Official Doc. Balkonjazz)

MAGELANG, SATUHARAPAN.COM – Mengamati tingginya kunjungan wisata (domestik dan mancanegara) melalui Program Balai Ekonomi Desa (Balkondes), Kementerian BUMN RI mencoba mendorong masyarakat untuk menangkap potensi perputaran ekonomi di wilayah Kecamatan Boronudur-Magelang.

Balkondes merupakan balai ekonomi berupa homestay yang telah berdiri sejak beberapa tahun silam. Balkondes diharapkan menjadi menjadi solusi tepat bagi para wisatawan untuk bisa menambah waktu lama tinggalnya di seputaran destinasi wisata di Borobudur. Hal ini juga tentunya memberi dampak positif yang bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Beberapa waktu lalu dalam keterangan tertulis, Direktur PT Manajeman CBT Nusantara, Jatmika Budi Santoso, selaku pengelola Balkondes menuturkan, sampai saat ini setidaknya telah ada sebanyak 20 Balkondes yang tersebar di beberapa titik di Kecamatan Borobudur. Setiap Balkondes memiliki potensi lokal menarik yang bisa dirasakan langsung oleh wisatawan yang berpelesir ke berbagai destinasi wisata yang ada di Borobudur.

“Setiap Balkondes sebetulnya memiliki potensi masing-masing, dan hal ini tentunya dikelola secara langsung oleh warga sekitar. Kita ambil contoh lain. Misalnya seperti Balkondes Bigara, di mana wisatawan bisa melihat potensi cokelat yang ada di sana. Atau mungkin Balkondes Tanjungsari, di mana di sana terdapat potensi madu, tahu, dan kerajinan batu yang bisa ditemui langsung oleh wisatawan,” tutur Jatmika kepada satuharapan.com, Senin (9/9).

Asisten Pendampingan Balkondes, Hatta melanjutkan, untuk pembangunan Balkondes di beberapa titik di Kecamatan Borobudur memang sengaja menunjukkan potensi lokal yang ada di setiap Balkondesnya. Kata Hatta, hal ini tidak sengaja diciptakan saat Balkondes didirikan, namun sudah menjadi potensi yang sudah ada dan dilakukan oleh masyarakatnya sejak lama.

“Dengan kondisi yang tidak sama antardesa, seperti SDM, semangat juang dan lainnya, ada salah satu desa yang menjadi tempat didirikannya salah satu Balkondes mampu menyetor pendapat asli desa sebesar Rp 80.000.000. Selain itu, salah satu fungsi Balkondes sendiri adalah etalase produk desa, yang menjalankan fungsi marketing. Dengan adanya Balkondes tentunya sangat membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar,” papar Hatta.

Promosi Melalui Konser Musik

Untuk lebih meningkatkan lagi potensi masyarakat dan Balkondes, PT Manajemen CBT Nusantara menggandeng Sinergi Nusantara menginisiasi sebuah gelaran musik bernama Balkonjazz Festival yang siap diselenggarakan pada 14 September 2019 di Balkondes Tuksongo. Festival ini tercipta dari proses kolaborasi antara budaya yang telah ada sejak lama di daerah tersebut, bersama musik dari para musisi ternama Indonesia.

Bertempat di Balkondes Ngaran, Borobudur-Magelang pada Jumat (13/9) siang digelar jumpa media Balkonjazz Festival 2019. Jumpa media menghadirkan nara sumber Ari Wvlv (baca: wulu; Creative Director Balkonjazz Festival), Bakkar Wibowo (Initiator & Director Balkonjazz Festival, Event Consultant), Jatmika Budi Santoso  (Direktur PT. Manajemen CBT Nusantara, Promotor), dan Edy Setijono (Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, selaku Sponsor Balkonjazz Festival 2019)

Inisiator dan Direktur Balkonjazz Festival, Bakkar Wibowo dari Sinergi Nusantara menuturkan, Balkonjazz Festival 2019 diperkirakan akan diramaikan sebanyak 5.000-an penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY khususnya. Antusiasme dari masyarakat begitu besar untuk bisa terlibat secara langsung menyaksikan beragam potensi lokal yang dimiliki daerah ini. Terlebih ketika festival disuguhkan secara gratis kepada masyarakat.

“Semua  persiapan  untuk  Balkonjazz Festival 2019  berjalan cukup  baik,  dan  saya  tidak  menyangka antusias masyarakat untuk gelaran ini lebih besar dari apa yang kami perkirakan sebelumnya. Bagi kami, Balkonjazz itu ibarat sebuah balkon, di mana seperti yang kita ketahui bahwa balkon secara filosofis sebagai tempat bagi seseorang untuk menunjukkan sesuatu yang ia miliki. Dan menjadi kesempatan bagi masyarakat seputaran Balkondes untuk menunjukkan potensinya kepada masyarakat luas lewat Balkonjazz,” ungkap Bakkar.

Bakkar melanjutkan, Balkonjazz Festival diharapkan bisa menjadi sebuah gelaran tahunan yang ada di tengah masyarakat, sekaligus sebagai momen potensi lokal bisa terangkat ke ranah yang lebih luas. Dengan begitu, ekonomi dari warga di seputaran tempat diselenggarakannya Balkonjazz diharapkan bisa lebih bertumbuh dan berkembang.

“Banyak festival musik yang digelar di Indonesia, namun Balkonjazz Festival memiliki perbedaan di mana gelaran ini ditujukan untuk mempromosikan ekonomi lokal, terutama bagi daerah-daerah di sekitaran destinasi wisata. Artis penampil akan menjadi influencer bagi potensi ekonomi lokal. Kami pun berharap festival ini pun bisa dibawa ke daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi-potensi yang mesti diangkat di dalam masyarakatnya,” papar Bakkar.

Direktur PT Manajemen CBT Nusantara, Jatmika Budi Santoso selaku pengelola dari Balkondes menjelaskan, selain gelaran musik yang akan menampilkan Yura Yunita, Rio Febrian, Payung Teduh, Dialog Dini Hari, Langit Sore, Tashoora, Nostress dan Frau, dalam Balkonjazz Festival 2019 ini pun akan ada sesuatu hal bernama Pasar Balkon. Pasar Balkon merupakan ajang di mana masyarakat di sekitar Balkondes akan menunjukkan potensi yang mereka miliki.

“Misalnya seperti produk pertanian masyarakat, produk makanan lokal, kerajinan tangan dan masih banyak lagi, akan ada di Pasar Balkon. Seluruh tenant yang kami sediakan di Pasar Balkon penuh semua. Masyarakat bisa berinteraksi secara langsung tentang apa yang mereka miliki kepada pengunjung di Balkonjazz. Semoga ini akan menjadi awal yang baik di mana ekonomi masyarakat lokal bisa lebih terangkat dan terus bertumbuh,” jelas Jatmika.

Creative Director Balkonjazz Festival 2019, Ari Wulu menambahkan, dalam gelaran Balkonjazz Festival tahun ini pihaknya mencoba merespons sesuatu yang selama ini dipegang erat  Balkondes dan juga hal-hal yang kerap dilakukan masyarakat di kehidupan keseharian ke dalam sebuah bentuk artistik. Selama ini Balkondes berdiri dengan maksud lebih menyejahterakan warga di sekitar Kecamatan Borobudur, dengan cara mengembangkan potensi-potensi yang sudah ada.

“Di sini Balkondes lantas tidak hanya memberikan modal dalam bentuk materi, namun yang memberikan pengetahuan kepada masyarakatnya untuk mengembangkan kemampuan dan sesuatu yang sudah ada. Maka dari itu, di sini kami secara garis besar memiliki konsep artistik upcycle, di mana kami merespons apa yang sudah ada dan diwujudkan ke dalam sebuah bentuk yang memiliki nilai tambah. Contohnya seperti kotak-kotak kayu yang kami susun menjadi sebuah gerbang. Atau contoh lainnya adalah aktivitas warga saat menjemur pakaian dengan menggunakan tali dan tiang. Di situ kami terinspirasi, dan coba kami aplikasikan ke dalam tata artistik yang akan ada di panggung Balkonjazz Festival,” tutup Ari.

Informasi seputar penyelenggaraan Balkonjazz Festival 2019 bisa langsung mengunjungi laman www.balkonjazz.com, atau akun official Instagram Balkonjazz Festival di @balkonjazz.id, atau bisa menghubungi di nomor 082223420009.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home