Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 07:41 WIB | Selasa, 29 Oktober 2013

Abraham Samad: Korupsi Indonesia Alami Metamorfosa dan Regenerasi

Ketua KPK Abraham Samad. (Foto: kpk.go.id)

MAKASSAR, SATUHARAPAN.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengatakan, kasus korupsi di Indonesia mengalami metamorfosa dan regenerasi.

"Kedua hal ini sungguh sangat memprihatinkan, karena itu butuh penanganan serius," kata Abraham Samad dalam Seminar Pembukaan Karya Latihan Bantuan Hukum Angkatan V di Makassar, pada Senin (28/10) di Sulawesi Selatan.

Menurut Ketua KPK itu, dari sisi metamorfosa itu terlihat dari perkembangan modus korupsi yang sebelumnya masih dalam bentuk pungutan liar (pungli), namun kemudian berkembang menjadi "kera putih" hingga penyucian uang.

Hal tersebut diakui semakin canggih, akibat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sementara mengenai kasus korupsi yang sudah beregenerasi, karena sebelumnya oknum pelakunya rata-rata berusia 40 hingga 50 tahun, namun kini sudah dilakukan oleh generasi muda.

"Nasaruddin misalnya berusia 35 tahun, Anas juga masih muda. Hal itu juga jika dilihat dari kasus-kasus di sektor pajak itu ada yang berumur 29 hingga 30 tahun," kata dia mengategorikan usia muda koruptor.

Mencermati fenomena tersebut, Abraham Samad mengatakan, korupsi sudah mewabah dan sangat memprihatinkan, oleh karena itu KPK harus memiliki metode untuk memberantas korupsi yang dinilai tidak boleh lagi menggunakan cara-cara konvensional dalam menangani kasus korupsi yang masif, tetapi harus menggunakan cara yang progresif dan radikal.

Abraham Samad diagendakan hadir di SMK Negeri 8, Makassar sebagai pembicara utama pada workshop advokat regional se-Sulsel, Sulut dan Papua. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 15 hari. (Antara)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home