Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:44 WIB | Rabu, 22 Juli 2015

Abu Raung Kembali Mengarah ke Jember

Kondisi Gunung Raung saat mengeluarkan asap solfatara, terlihat dari Desa Sempol, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (13/7/15). Dari pantauan PPGA Raung hingga saat ini gempa tremor masih terus terjadi dengam amplitudo rata-rata 27 milimeter atau turun dari sebelumnya 28 milimeter, namun semburan material vulkanik meningkat. (Foto: Antaranews/Budi Candra Setya)

BONDOWOSO, SATUHARAPAN.COM - Sebaran abu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur, yang sejak Minggu (19/7) bergerak ke utara dan barat laut, mulai Selasa (21/7) siang kembali mengarah ke arah Kabupaten Jember. Gunung Raung yang berketinggian 3.332 meter di atas permukaan air laut, terletak di tiga wilayah Besuki, yakni Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.  

Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) Gunung Raung Kabupaten Bondowoso Letkol (Arh) Sudrajat kepada Antara menjelaskan, sejak Selasa (21/7) pagi hingga siang, debu tipis masih turun di sejumlah kecamatan di Bondowoso.

"Namun, sekitar pukul 15.00 WIB abu bergerak ke arah barat daya atau mengarah ke Jember," kata perwira TNI AD yang sehari-hari sebagai Komandan Kodim Bondowoso itu.

Ia menjelaskan, abu Gunung Raung sejak Minggu (19/7) mengguyur sejumlah desa di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Sumber Wringingi, Sempol, Tlogosari, Wonosari, Tapen, Pujer, Tamanan, dan Kota Bondowoso. Satgas PB Gunung Raung langsung mendistribusikan puluhan ribu masker kepada para warga yang memerlukan.

Sementara itu pada Selasa (21/7), pamandangan di atas kawah Gunung Raung tertutup kabut tebal dan asap (debu) mencapai ketinggian 2.000 hingga 3.000 meter dari permukaan kawah.

Sony Firdaus, warga di Desa Sumber Wringin, mengemukakan sejak Selasa (21/7) sore abu yang turun di wilayahnya tidak setebal dua hari sebelumnya. Hanya saja warga sejak pagi hingga siang mendengar suara gemuruh berkali-kali dari kawah Gunung Raung.

Mengenai dampak pada pertanian warga, guru pertanian itu mengemukakan banyak petani yang menyelamatkan tanamannya dengan menyiram atau menyemprotkan air.

"Ada juga yang menggunakan mesin semprot untuk membersihkan debu-debu itu. Lahan pertanian yang sekarang ada umumnya tanaman kubis. Karena debu tidak seberapa tebal, sepertinya tidak terlalu berpengaruh pada tanaman warga," katanya.

12.616 Jiwa Mengungsi dari Erupsi Gunung Gamalama dan Sinabung

Selain Raung, Gunung Gamalama dan Sinabung menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi sepanjang Minggu (19/7). Hingga saat ini ada 12.616 jiwa (3.600 keluarga) yang mengungsi akibat erupsi Gunung Gamalama dan Gunung Sinabung.

Sejak Sabtu (18/7), erupsi Gunung Gamalama yang terus terjadi menyebabkan 1.505 jiwa (450 keluarga) mengungsi di tiga lokasi, yaitu di Kelurahan Taduma 826 jiwa (258 keluarga), Aula Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Lanal) 301 jiwa (80 keluarga), dan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ternate 378 jiwa (112 keluarga).

Jumlah itu akan bertambah karena pengungsi di Kelurahan Togafo dan Dusun Bandinga masih dalam pendataan. Gunung Gamalama masih berstatus "Waspada" (level 2). Pada Minggu (19/7), data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan gempa tremor/embusan terus-menerus.

Embusan asap terjadi, dengan energi cenderung menurun, setelah letusan 16 Juli 2015. Tinggi asap berkisar 150 - 800 m, dominan kurang 500 m dari puncak, terdistribusi ke arah baratlaut.

Pemetaan abu vulkanik di lapangan, menunjukkan ketebalan abu di desa-desa sektor baratlaut berkisar 1.5-6.0 mm (tipis - sedang).

Embusan asap dominan berwarna putih, mengindikasikan kandungan asap didominasi uap air, tidak terlihat kandungan material abu vulkanik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Ternate melakukan kajian cepat dan memberikan bantuan masker. BPBD mendirikan dapur umum. Dinas Sosial Kota Ternate membagikan bantuan beras 5 ton.

Sementara itu, pengamatan atas Gunung Sinabung, pada Minggu (19/7) terjadi dua kali awan panas guguran sejauh 2.500 - 3.000 m, tinggi kolom abu 1.000 m. Teramati guguran lava dari puncak sejauh 1.000 m ke arah tenggara - timur. Status Sinabung tetap "Awas" (level 4). Sebanyak 11.111 jiwa (3.150 keluarga) mengungsi di 10 pos pengungsian.

Di tempat lain, Gunung Raung masih erupsi dengan asap kelabu - kehitaman tebal, tekanan lemah, tinggi 1.500 - 2.000m condong ke arah utara - timur laut - timur. Status Gunung Raung "Siaga" (level 3). (Ant/ bnpb.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home