Loading...
INDONESIA
Penulis: Francisca Christy Rosana 12:15 WIB | Senin, 17 Agustus 2015

Ahok: Percuma Bersumpah Atas Nama Allah tapi Permalukan Firman

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat didaulat menjadi inspektur upacara di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Senin (17/8). (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai, pada Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia, warga Ibukota nyatanya belum dapat lepas dari penjajahan oknum pejabat maupun organisasi massa yang membelenggu. Apalagi, mental-mental korupsi dianggap masih tertanam di benak para pejabat tinggi Ibukota tersebut.

“Negara belum maju karena korupsi. Kita harus memeranginya. Mari kita cukupkan hidup dengan penghasilan kita. Korupsi akan merusak generasi kita. Percuma bersumpah atas nama Allah, tapi kelakuan kita mempermalukan firman Tuhan. Kita ini diminta jadi patriot-patriot bangsa,” kata Ahok saat didaulat menjadi inspektur upacara di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Senin (17/8).

“Kita selalu memekikkan merdeka, merdeka, dan merdeka, tapi kenyataan banyak sekali warga di DKI yang belum merdeka. Belum merdeka dari 'penjajahan' oknum pejabat maupun ormas untuk diperalat. Semua masih tak beda dengan zaman penjajahan, ada upeti yang harus dibayar,” Ahok menambahkan.  

Padahal, arti kemerdekaan bagi Ahok ialah selamanya lepas dari rasa ketakutan. Sementara bila menelisik realitas, di Jakarta, masih banyak orang dikejar-kejar ketakutan membayar pungutan-pungutan liar, masih dikejar-kejar Satpol PP karena membangun rumah di bantaran sungai, bahkan ketakutan tak jujur di lingkup pemerintahan karena ditekan atasan dan dipaksa korupsi, serta ketakutan lain yang memeluk.

“Kalau kita masih takut, artinya kita belum merdeka. Kita harus lawan. Kita taat pada konstitusi bukan konstituen. Saya percaya kalau kita lurus, DKI akan mulai jadi sebuah model untuk transformasi menuju Indonesia yang baru," kata Ahok.

Sebenarnya, saat ini DKI menurut Ahok telah berhasil terlepas dari beberapa kesulitan. Pemerintah mengupayakan tak ada lagi pegawai harian lepas (PHL) yang gajinya di bawah upah minimum provinsi (UMP). Warga juga dijamin dari segi kesehatan dan pendidikan melalui bantuan sosial Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

“Kita ini tengah berupaya untuk mewujudkan keadilan sosial. Kita yakin tema ‘Ayo Kerja’ yang dicanangkan untuk kemerdekaan tahun ini, kita bersama-sama akan membantu Presiden Joko Widodo membawa negara ini di HUT ke-80 betul-betul bisa sejajar dengan negara-negara di Asia Tenggara,” kata mantan politikus Senayan itu.

Ahok yakin, DKI sebagai miniatur Indonesia akan maju jika mental-mental pejabatnya jauh dari kata dan niat untuk korupsi.

 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home