Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 13:29 WIB | Rabu, 02 Maret 2016

Ahok Targetkan Pembangunan Taman Kalijodo Enam Bulan

Para pekerja dibantu anggota TNI memasang plang rencana lokasi yang akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan juga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Senin (29/2) pasca pembongkaran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membangun taman dan fasilitas publik di Kalijodo dengan target lima bulan selesai. (Foto: Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menargetkan dalam waktu enam bulan kawasan Kalijodo sudah menjadi taman dengan berbagai fasilitas untuk masyarakat umum dan anak-anak.

“Kita sudah punya desainnya sebetulnya, tinggal kerja kok. Sebulan saya rapihin kondisi tanah, kita paling lima bulan kerja, paling lama enam bulan lah sudah jadi taman,” kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, hari Selasa (1/3).

Pria yang akrab disapa Ahok ini mengatakan desain di lahan seluas 1,5 hektar tersebut akan dibangun fasilitas olah raga, tempat ibadah, jalan dan toilet ramah disabilitas. Kemudian, di sepanjang Kali Banjir Kanal Barat, juga bisa dipakai warga sekitar untuk berkumpul atau sekadar berjualan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih mengejar target 30 persen pembangunan ruang terbuka hijau. Hingga saat ini, DKI Jakarta hanya mampu menyediakan RTH di bawah 10 persen. Alasannya adalah karena luas tanah tidak bertambah dan warga membangun rumah di atas RTH.

Terkait dengan nama RTH tersebut, Ahok menegaskan tetap akan memakai nama Kalijodo. Menurutnya, nama itu sangat legendaris dan sarat dengan sejarah.

“Nama tetap Kalijodo supaya orang kenang Kalijodo. Masa ganti Taman Ahok?” kata dia berkelakar.

Kawasan Kalijodo yang terkenal dengan wilayah prostitusi dan tempat hiburan malam tersebut sudah rata tanah pada hari Senin (29/2). Sebagian warga yang tinggal di wilayah itu sudah pindah ke rumah susun Marunda dan Pulogebang.

Sedangkan untuk perempuan yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK) sudah dipulangkan ke daerah asal. Namun, ada pula yang pindah dan mangkal di tempat lain.

Rencananya, pembangunan taman itu tidak akan mengambil dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melainkan dari Corporate Social Responsibility perusahaan tertentu.

"Jadi tidak menggunakan APBD dananya. Menggunakan CSR dan itupun ada beberapa yang ketemu saya sudah bersedia untuk membangun ini,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat mengunjungi kegiatan eksekusi kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, hari Senin (29/2).

 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home