Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 16:14 WIB | Kamis, 05 Desember 2013

Aksi Penolakan WTO Di Kementerian Perdagangan

Aksi Penolakan WTO Di Kementerian Perdagangan
Aksi penolakan WTO yang digelar oleh Jatam dan LS-ADI di Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Kamis (5/12) menampilkan aksi teaterikal dengan membawa boneka orang dengan wajah Presiden SBY dan Gita Wirjawan. (Foto-foto : Dedy Istanto).
Aksi Penolakan WTO Di Kementerian Perdagangan
Aksi teaterikal yang menggambarkan sebuah boneka berwajah Presiden SBY dan Menteri Perdagangan.
Aksi Penolakan WTO Di Kementerian Perdagangan
Salah satu pengunjuk rasa saat berorasi menolak WTO di depan Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) bersama dengan Lingkar Studi Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) menggelar aksi menolak penyelenggaraan World Trade Organizations (WTO) yang digelar di Bali yang akan berakhir besok di Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

Aksi penolakan diisi dengan teaterikal yang digelar di depan gedung Kementerian Perdagangan serta orasi dengan membawa atribut sebagai bentuk protes. Jatam bersama dengan LS-ADI dengan tegas menyatakan bahwa segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam KTM-9 WTO di Bali semakin mempertegas watak pemerintah Indonesia yang “ keruk habis, jual cepat “. Hal ini senada dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam KTT APEC lalu yang menyatakan secara terbuka memposisikan dirinya sebagai “salesman perusahaan“ Indonesia.

Dalam KTM-9 WTO di Bali, pemerintah Indonesia malah mendukung penuh bangkitnya WTO dari mati suri dengan memaksakan Paket Bali yang tujuan utamanya adalah kemudahan dalam rantai pasokan komoditi (Supply Chain) serta pengurangan hambatan perdagangan antar negara anggota WTO. Hal ini tentu saja akan memuluskan jalan bagi industri negara-negara maju, karena merupakan jaminan bagi tersedianya bahan mentah murah dan ketersediaan pasar bagi mereka.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home