Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 16:31 WIB | Senin, 13 Juni 2016

Aksi Simpatik untuk Korban Tewas di Klub Gay di Orlando

Aksi Simpatik untuk Korban Tewas di Klub Gay di Orlando
Para simpatisan memegang poster dalam acara doa bersama di Washington, DC pada 12 Juni 2016, untuk penembakan massal di sebuah klub malam gay di Orlando, Florida. 50 orang tewas ketika seorang pria bersenjata yang diduga sudah berbaiat kepada ISIS menembak membabi buta di dalam klub malam tersebut, dalam serangan terburuk di AS sejak tragedi 11 September 2001. AFP PHOTO/Andrew Caballero-Reynolds
Aksi Simpatik untuk Korban Tewas di Klub Gay di Orlando
Presiden AS Barack Obama memberikan pernyataan terkait insiden penembakan massal di sebuah klub malam di Orlando, Florida pada 12 Juni 2016. Sebanyak 50 orang tewas dan 53 lainnya luka-luka ketika seorang pria bersenjata menembaki pengunjung klub malam tersebut. Yuri Gripas/AFP
Aksi Simpatik untuk Korban Tewas di Klub Gay di Orlando
Sebuah kendaraan polisi terparkir di luar klub malam Pulse, lokasi penembakan massal di Orlando, Florida pada 12 Juni 2016. Sebanyak 50 orang tewas dalam penembakan masal terburuk dalam sejarah AS pada 12 Juni ketika seorang pria menembak secara membabi buta di klub malam tersebut, yang tengah dipadati pasangan gay di Orlando, Florida. Gregg Newton/AFP

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM – Aksi simpatik dan juga pembacaan doa bagi para korban yang tewas dalam aksi serangan yang terjadi di Orlando, Florida, digelar di ibu kota Amerika Serikat (AS), Washington pada hari Minggu (12/6).

Para simpatisan yang membawa poster dan juga lilin menggelar doa bersama bagi korban tewas dalam aksi penembakan massal di sebuah klub malam khusus gay yang berjumlah 50 orang. Serangan tersebut merupakan salah satu serangan terburuk di AS setelah tragedi 11 September 2001.

Presiden AS Barack Obama setelah mendengar kejadian tersebut itu langsung memberikan pernyataan terkait insiden penembakan massal yang menurut keterangan polisi federal atau FBI pelaku merupakan warga muslim AS keturunan Afganistan.

Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh FBI, pelaku serangan bernama Omar Mateen (29) yang tewas dalam baku tembak dengan aparat. Agen khusus FBI Ronald Hopper mengatakan Omar Mateen telah dua kali menarik perhatian penyidikan pada tahun 2013 dan 2014 atas tuduhan keterkaitannya dengan ekstremis Islam.

Pasca insiden itu, sejumlah negara di seluruh dunia mengecam aksi teror tersebut, termasuk pemerintah Indonesia. “Indonesia mengecam serangan di Orlando. Kami menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban, pemerintah, dan  rakyat AS,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia seperti dilansir dalam laman akun Twitter Kementerian Luar Negeri di Jakarta, hari Senin (13/6).

Sebelumnya pada hari Minggu (12/6), Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus juga mengecam aksi pembantaian yang terjadi di klub malam khusus gay tersebut. Penyerangan tersebut “membuat Paus Fransiskus dan kami semua merasa sangat terkejut dan mengecam keras tindakan bodoh yang memicu kematian dan kebencian yang sangat keji,” kata Takhta Suci.

“Kami semua berharap ada jalan keluar sesegera mungkin untuk mengungkapkan penyebab aksi kekerasan mengerikan dan tidak masuk akal ini,” tambahnya. (AFP)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home