Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 19:05 WIB | Rabu, 03 Agustus 2016

AS-Singapura Berkomitmen Loloskan TPP

Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam acara makan malam kenegaraan di Gedung Putih, Washington, DC (2/8). (Foto: AP/Jacquelyn Martin)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong menegaskan kembali komitmen mereka untuk meloloskan Kemitraan Trans Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP) yang kontroversial itu.

Pada saat di Gedung Putih, hari Selasa (2/8), Obama dan Lee membahas TPP, pakta perdagangan 12 negara yang kini macet di Kongres AS.

“Jawabannya tidak bisa mundur dari perdagangan dalam ekonomi global,” kata Presiden Obama.

“Tidak mungkin menarik diri mengingat betapa terintegrasinya ekonomi kita. Hal itu akan merugikan kita dan pekerja-pekerja kita. Jadi jawabannya, kita harus menjamin globalisasi dan perdagangan yang menguntungkan kita. Itu sebabnya kami hari ini kami mempertegas komitmen kami terhadap TPP,” dia menambahkan

Ketika berpidato di Kamar Dagang Amerika, hari Senin (1/8), Lee mengatakan, persetujuan itu akan memberi Amerika akses ke pasar-pasar sebesar 40 persen dari ekonomi global.

Guna memperingati ulang tahun ke 50 hubungan Amerika dan Singapura, Lee dan Obama akan hadir pada jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih pada Selasa malam.

Optimistis

Sebelumnya, Obama, hari Senin (1/8) mengatakan bahwa ia optimistis Kongres AS akan menyetujui perjanjian perdagangan TPP yang mencakup 12 negara.

Presiden Barack Obama menyatakan rasa optimistisnya soal perjanjian TPP, meskipun kedua kandidat presiden tahun 2016, Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik menentangnya.

Obama yang akan berakhir masa jabatannya pada bulan Januari mendatang menyampaikan perkiraannya hari Senin (1/8) dalam wawancara dengan harian Straits Times.

Obama mengakui persetujuan Kongres terhadap pemberlakuan perjanjian itu akan sulit di Amerika di mana banyak pekerja dirugikan karena para majikan memindahkan operasinya ke luar negeri atau memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan produksi sambil memangkas tenaga kerjanya.

“Masalah politik di seputar perdagangan bisa sangat sulit, khususnya dalam tahun pemilu,” kata Obama.

“Ada keprihatinan beralasan dan kecemasan bahwa kekuatan globalisasi akan menyebabkan banyak orang tertinggal dan kita harus mempertimbangkan keprihatinan itu secara serius dan mengatasinya. Tapi, mundur dan mendukung proteksionisme bukan jawaban,” kata Obama.

Ia menambahkan, “Kita tidak bisa berpaling dari perdagangan. Dalam perekonomian global di mana ekonomi dan jaringan pasokan sangat terintegrasi, bahkan tidak mungkin menghindarinya.”

Pemimpin Amerika itu mengatakan tetap berkomitmen pada Kemitraan Perdagangan Trans Pasifik karena merupakan perjanjian yang baik bagi Amerika, kawasan itu dan bagi dunia.

Menurut Obama, TPP memajukan ekonomi Amerika dan kepentingan strategis.

“TPP akan menghapuskan 18.000 cukai yang pada dasarnya adalah pajak atas produk-produk Amerika dan membantu kita menjual lebih banyak lagi ke pasar Asia Pasifik,” katanya. (voaindonesia)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home