Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 12:54 WIB | Selasa, 08 Desember 2015

Bamsoet: Papa Minta Saham, “Yang Mulia Masuk Angin”

Pemimpin MKD. (Foto: Dok. satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Bambang Soesatyo, menilai kredibilitas lembaga yang dihuninya kian hancur saat ini. Hal itu terlihat dalam persidangan kasus dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR, Setya Novanto, karena telah mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada PT Freeport Indonesia, di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Kasus Papa Minta Saham ‘Yang Mulia’ masuk angin. DPR tersandera. Kredibilitas anjlok," kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima satuharapan.com, hari Selasa (8/12).

Dia melihat ada upaya saling sandera di dalam DPR sebagai dampak dari alotnya persidangan di MKD. Bahkan dampaknya sampai terbawa ke Rapat Paripurna DPR, yang rencana awalnya berlangsung hari Selasa (8/12), pukul 10.00 WIB, ditunda sampai pukul 19.00 WIB.

"Paripurna pagi ini tiba-tiba dibatalkan oleh pemimpin DPR secara sepihak. Katanya ditunda jadi nanti malam jam 19.00 WIB. Tapi saya membaca gelagatnya nanti malam mereka akan tunda lagi," ujar sosok yang akrab disapa Bamsoet itu.

Berdasarkan hal itu, dia berpendapat, pemimpin DPR tengah memainkan politik saling kunci. Menurut Bamsoet, langkah-langkah yang dilakukan pemimpin DPR saat ini mencerminkan kepemimpinan yang tidak bertanggung jawab dan menghambat kinerja legislasi DPR.

"Saya tidak tahu apa maksud dan tujuannya. Yang pasti cara-cara seperti itu jelas mencerminkan kepemimpinan yang tidak bertanggung jawab dan menghambat kerja-kerja legislasi," ujar dia.

Bamsoet pun menyoroti kinerja DPR satu tahun terakhir yang hanya sibuk dengan polemik, tanpa berhasil menyelesaikan rancangan undang-undang yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2015.

"DPR yang dalam satu tahun ini hanya mampu melahirkan satu Undang-Undang dari sekian banyak RUU yang ada dalan Prolegnas 2015. Memprihatinkan," tutur Bamsoet.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home