Loading...
SAINS
Penulis: Bayu Probo 09:58 WIB | Selasa, 11 Maret 2014

BNPB: Gunung Slamet Berstatus Waspada

Kepulan asap dari kawasan hutan lereng Gunung Slamet yang terbakar, terlihat dari pos pendakian jalur Bambangan, Desa Kutabawa, Karangreja, Purbalingga, Minggu (26/8/13). (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status Gunung Slamet di Provinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II) terhitung 10 Maret 2014 pukul 21.00 WIB.

“Ada peningkatan kegempaan dari aktivitas Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten,” kata Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (11/3).

Dia menyebutkan, lima kabupaten yaitu Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga.

“Peningkatan kegempaan sudah berlangsung sejak 2 Maret 2014 hingga saat ini,” katanya.

Pada tanggal 8 hingga 10 Maret 2014 terjadi 441 gempa embusan dan sembilan kali gempa vulkanik dangkal.

“Kepala PVMBG telah melaporkan kenaikan status ini kepada Kepala BNPB,” katanya.

Masyarakat, kata dia, diimbau tetap tenang dan tidak panik.

“Rekomendasi masyarakat, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan mendaki dan beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah Gunung Slamet,” katanya.

Tindakan yang perlu dilakukan BPBD sehubungan dengan naiknya status waspada, tambah dia, adalah penyuluhan, sosialisasi, penilaian bahaya, pengecekan sarana dan pelaksanaan piket terbatas.

Jalur Pendakian Ditutup

Jalur pendakian ke puncak Gunung Slamet melalui Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ditutup sementara mulai Senin malam.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Purbalingga Prayitno di Purbalingga, Senin mengatakan, penutupan tersebut atas saran petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Kabupaten Pemalang.

“Penutupan dilakukan untuk sementara. Soal status Gunung Slamet masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi di Bandung, Jawa Barat,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purbalingga untuk antisipasi lebih lanjut soal kemungkinan dinaikkannya status Gunung Slamet dari aktif normal ke waspada.

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut terkait status Gunung Slamet. Yang jelas, pendaki sudah kami larang untuk melakukan pendakian ke puncak,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan berdasarkan data pos pendakian Gunung Slamet di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Serang, Purbalingga, saat ini tercatat 21 pendaki yang sedang hendak menuju puncak.

Menurut dia, para pendaki berangkat ke puncak Gunung Slamet pada Senin pagi.

“Petugas di Bambangan sudah mencoba untuk menghubungi melalui nomor telepon seluler yang dicatatkan di pos sebelum naik. Kami meminta mereka untuk turun kembali,” katanya.

Selain itu, kata dia, ada sembilan pendaki dari Pekalongan yang hendak melakukan pendakian pada Senin sore.

Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya telah melarang para pendaki itu menaiki puncak Slamet.

Sejak Senin siang, Gunung Slamet menunjukkan peningkatan aktivitas berupa gempa embusan.

Hingga Senin malam, petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet terus memantau perkembangan gunung yang memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut dan berada di empat kabupaten yakni Purbalingga, Banyumas, Pemalang, dan Tegal. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home