Loading...
EKONOMI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 15:20 WIB | Kamis, 19 Desember 2013

Chappy: Halim Tidak Cocok Dijadikan Bandara Komersial

Kondisi bandar udara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur masih tampak normal pada Kamis (19/12) dengan beberapa bagian masih direnovasi sebagai persiapan menjadi bandar udara komersial yang rencananya dibuka pada awal tahun 2014 (Foto: Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Bandara Halim Perdanakusuma tidak cocok dijadikan bandara komersial sipil karena lebih dipersiapkan sebagai bandar udara untuk pemenuhan kebutuhan militer, kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Purnawirawan Chappy Hakim.

"Sangat naif bila solusi mengurangi kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta dengan memindahkan sebagian penerbangan ke Halim," katanya dalam Media Gathering bertajuk "Tinjauan Industri Penerbangan di Indonesia 2013 dan Outlook 2014" di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (19/12).

Menurut Chappy Hakim, rencana pemindahan sebagian jalur ke Halim tidak "fair" karena pengumuman pemindahan tersebut hanya dilakukan sepihak tanpa ada pengumuman resmi dari otoritas Halim Perdanakusuma.

Padahal, ujar dia, selain tidak didesain untuk penerbangan komersial, Halim Perdanakusuma dirancang antara lain untuk misi khusus militespesial dan keperluan keamanan tingkat tinggi seperti bagi tamu negara.

Selain itu, Bandara Halim Perdanakusuma berperanan penting sebagai basis pengiriman logistik bila terjadi bencana alam besar seperti saat kejadian tragedi tsunami pada Desember 2004 lalu.

Ia juga mengingatkan bahwa di setiap negara umumnya selalu memiliki "exit airport" yang dapat digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi kekacauan nasional, dalam hal ini Halim cocok untuk itu.

"Halim juga subsistem dari alat utama sistem kesenjataan dan menjadi bagian `homebase national defense system`," katanya.

Chappy juga mengungkapkan, di Halim tidak memiliki akses jalan yang bagus serta tidak ada lapangan parkir yang memadai untuk kendaraan pribadi.

Sedangkan di dalam infrastruktur penerbangannya sendiri, Halim kurang memadai dalam hal apron (tempat parkir pesawat) dan hanya memiliki "runway" (lintasan pesawat) tunggal, berbeda dengan Soekarno-Hatta yang memiliki dua "runway".

"Sangat berbeda bandara yang didesain untuk komersial dan untuk keperluan militer," tegasnya.

Ia mengakui bahwa bandara seperti Changi di Singapura digabungkan antara militer dan komersial tetapi hal tersebut telah dipersiapkan dengan matang.

Untuk itu, Chappy menginginkan bila Bandara Halim akan digunakan untuk membantu kepadatan Soekarno-Hatta maka harus dibicarakan terlebih dahulu.

Pembicara lainnya, mantan Dirut Riau Airlines (RAL) Samudra Sukardi mengatakan, pemindahan ke Halim bukanlah sebuah solusi tetapi berpotensi untuk menambah masalah.

Sebagaimana diberitakan, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengatakan, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, rencananya bakal dibuka untuk penerbangan pesawat reguler komersial pada awal 2014 dengan tujuan antara lain untuk mengurangi kepadatan jalur penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Untuk itu, Dirut AP II juga mengutarakan harapannya agar berbagai pihak dapat membantu renovasi Bandara Halim agar kinerja bandara tersebut dapat terus dioptimalkan antara lain untuk memaksimalkan jumlah jadwal penerbangan. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home