Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 14:56 WIB | Senin, 13 April 2015

Dongkrak Ekspor, Mendag Minta Bantuan Apindo

Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Pengusaha Indonesia melakukan penandatanganan nota kesepahaman "Pembinaan dan Pengembangan Pelaku Usaha Nasional dalam Upaya Peningkatan Ekspor dan Penguatan Pasar Dalam Negeri" di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan M.I Ridwan Rais Jakarta Pusat, Senin (13/4). (Foto: Diah A.R)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kementerian Perdagangan telah menetapkan target ekspor sebanyak 300 persen dalam waktu lima tahun mendatang. Namun, pemerintah dalam hal ini Kemendag tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, Kemendag menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membantu pemerintah.

“Nota kesepahaman ini dilakukan untuk menumbuhkan peran aktif para stakeholders, terutama para eksportir dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan membaik, serta mengimplementasikan target pertumbuhan ekspor nonmigas 2015 yang ditetapkan USD 192,5 miliar (Rp 2500 triliun),” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dalam MoU dengan Apindo di Kementerian Perdagangan Jalan M.I Ridwan Rais JakartaPusat, Senin (13/4).

Dalam kesempatan tersebut Mendag optimis pada 2015 kinerja ekspor Indonesia akan semakin maju seiring dengan membaiknya perekonomian dunia. Perekonomian negara maju pada 2015 diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang relatif tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi AS pada 2015 diperkirakan mencapai 3,1 persen sedangkan impor AS bisa mencapai 5,4 persen. Perkiraan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu indikator positif dan dapat menggambarkan kondisi pasar tujuan ekspor lainnya.

Kerja sama antara Kemendag dan Apindo ini dilakukan untuk memperkuat sinergitas, sinkronitas dan koordinasi menghadapi akselerasi perdagangan dunia yang semakin ketat dan dinamis.

Menurut Rachmat, kerja sama ini akan menjadi pola kemitraan strategis melalui dua cara yaitu penguatan daya saing produk yang kompetitif dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang ekspor dan penguatan pasar dalam negeri.

Ruang lingkupnya meliputi penyebarluasan informasi, identifikasi masalah nasional dan internasional yang dapat berpengaruh pada peningkatan ekspor dan penguatan pasar dalam negeri, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan serta kegiatan lainnya.

“Intinya kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan ekspor dan penguatan pasar dalam negeri,” kata Rachmat.

Mendag juga berharap kerja sama ini melingkupi pemanfaatan fasilitas prefensi perdagangan, peningkatan hubungan dagang dan kerja sama antar pengusaha Indonesia dan pengusaha luar negeri untuk mendukung peningkatan ekspor dan penguatan pasar dalam negeri. Selain itu Mendag juga berharap ada Pengkoordinasian dan penyelenggaraan promosi dagang di dalam dan luar negeri dengan memberdayakan dan memaksimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri.

Perkuat Indonesia Hadapi MEA

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengatakan kerja sama yang terjalin antara Apindo dan Kemendag akan mendorong daya saing ekspor di pasar internasional dan memperkuat pasar dalam negeri.

“Selain itu, peran aktif Apindo juga sangat diharapkan membantu menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” kata Nus.

Untuk menghadapi MEA 2015, Indonesia dituntut dapat menciptakan pengusaha baru. Saat ini jumlah pengusaha Indonesia pada 2014 hanya mencapai 1,6 persen dari total penduduk Indonesia. Angka ini dinilai masih rendah jika dibandingkan dengan negara lainnya seperti Singapura yang memiliki 7 persen pengusaha dari total penduduknya, sedangkan AS 12 persen. Kemudian Tiongkok dan Jepang memiliki pengusaha sebesar 10 persen dari total penduduknya.

Melalui kerja sama dengan Apindo ini, Nus berharap Apindo dapat mendorong anggotanya untuk menciptakan pengusaha baru.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home