Loading...
MEDIA
Penulis: Sabar Subekti 10:57 WIB | Kamis, 01 April 2021

Facebook Hapus Video Wawancara Trump

Facebook. (Foto: dok. Reuters)

SATUHARAPAN.COM-Facebook Inc telah menghapus video wawancara dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dari halaman Facebook menantunya, Lara Trump, kata seorang juru bicara perusahaan pada hari Rabu (31/3). Tramp sendiri tetap dilarang di platform tersebut.

Lara Trump, yang menikah dengan putra mantan presiden itu, Eric dan baru-baru ini bergabung dengan Fox News sebagai kontributor, telah mempromosikan wawancara dengan Trump untuk acara online-nya sendiri "The Right View" yang di postingan Instagram pada hari Selasa (30/3).

Dia kemudian memposting tangkapan layar email dari Facebook yang mengatakan videonya dengan Trump telah dihapus, mengutip larangan di akunnya.

Trump “diskors” dari Facebook dan Instagram yang juuga milik Facebook tanpa batas waktu, karena hasutan kekerasan setelah kerusuhan 6 Januari oleh pendukung Trump di Capitol AS di Washington DC. Facebook telah mengirimkan kasus penangguhan Trump ke dewan pengawas independennya.

"Sejalan dengan pemblokiran yang kami tempatkan di akun Facebook dan Instagram Donald Trump, konten lebih lanjut yang diposting dengan suara Donald Trump akan dihapus dan mengakibatkan pembatasan tambahan pada akun tersebut," bunyi email tersebut.

Juru bicara Facebook, yang berbicara dengan syarat namanya tidak digunakan, mengonfirmasi bahwa email itu asli tetapi menolak berkomentar. Juru bicara Trump, Jason Miller, tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tindakan tersebut.

Dalam email lain yang dibagikan oleh Lara Trump di halaman Facebook-nya, Facebook mengatakan bahwa panduan tersebut berlaku untuk semua akun kampanye, sarana pengiriman pesan, dan mantan pengganti Trump di situs tersebut.

Sejak pelarangan, mantan presiden tersebut terlihat berbicara di platform Facebook dalam liputan berita dari outlet seperti Fox News dan Newsmax.

Trump dilarang oleh beberapa platform media sosial setelah kerusuhan, termasuk Twitter Inc, yang mengatakan larangannya permanen, dan YouTube Alphabet Inc, yang mengatakan akan memulihkan akunnya ketika risiko kekerasan menurun. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home