Loading...
HAM
Penulis: Prasasta Widiadi 14:00 WIB | Jumat, 18 November 2016

Film Dokumenter Kisahkan Penganiayaan Kristen

Anak-anak sekolah mendengarkan pidato seorang pemimpin Kristen dalam sebuah aksi protes di Kolkata, India bagian Timur, 29 Agustus 2008. Pidato tersebut disampaikan setelah banyak umat Hindu menggeledah gereja dan bentrok dengan warga desa Kristen di Orissa, negara bagian di India. (Foto: christiandaily.com)

INDIANA, SATUHARAPAN.COM – Sebuah film dokumenter pendek film baru yang berjudul "Under Caesar Sword" menceritakan kisah penganiayaan orang Kristen di seluruh dunia dan ketahanan mereka di tengah kesulitan yang mereka hadapi.

Seperti diberitakan Catholic News Agency dan diberitakan kembali Christian Daily, hari Rabu (16/11) film dengan durasi 26 menit tersebut merupakan film dokumenter yang menampilkan komunitas Kristen di negara-negara seperti Turki dan India. Dua negara tersebut merupakan negara dengan kebebasan beragama orang percaya dibatasi.

Philpott menggambarkan hal yang menakjubkan tentang orang Kristen yang teraniaya. “Umat Kristen yang teraniaya memiliki ketahanan,” kata Philpott, yang juga seorang profesor ilmu politik di University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat (AS).

“Mereka tidak hanya korban. Memahami adalah kunci untuk berada  dalam solidaritas dengan mereka,” kata Philpott.

Dalam “Under Caesar Sword” dikisahkan seorang janda asal India mengisahkan dia dan dua anaknya melihat suaminya disiksa dan dibunuh oleh umat Hindu yang menginginkan suaminya berpindah agama.

"Mereka memukuli suami saya, padahal kami memohon kepada mereka untuk berhenti," kata janda tersebut.

"Mereka menyeret suami saya sepanjang satu kilometer dengan rantai di lehernya,” kata dia.

Direktur Asosiasi Religious Freedom Project dari Georgetown University Timothy Shah mengagumi banyak respon atas penganiayaan terhadap umat Kristen.

Shah menganggap respons tersebut penting karena hal tersebut merupakan hal yang terdapat dalam ajaran iman mereka.  

Awal bulan ini, menurut Christian Post dan diberitakan kembali Christian Daily, berbagai gereja dan kelompok Kristen mendoakan orang-orang yang dianiaya di seluruh dunia. Doa tersebut merupakan  bagian dari “International Day of Prayer for the Persecuted Church 2016” atau perayaan Hari Doa Sedunia bagi Gereja Teraniaya 2016.  

Pendiri kelompok kemanusiaan Kristen “World Help”  Vernon Brewer mengatakan umat Kristen belum menghadapi penganiayaan yang mereka hadapi sekarang.

Dia memperkirakan saat ini banyak orang Kristen meninggal dunia karena iman mereka sejak satu abad yang lalu bila  dibandingkan dengan 19 abad sebelumnya. (christiandaily.com)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home