Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 10:13 WIB | Kamis, 17 November 2016

Warga Kristen Dipaksa Minum Air Terkontaminasi Kotoran

Ilustrasi. (Foto: tim.google.com)

SATUHARAPAN.COM - Komunitas Kristen yang tinggal di wilayah Jhang dipaksa untuk meminum air yang sudah terkontaminasi dengan kotoran. Jhang adalah ibu kota Distrik Jhang, di Provinsi Punjab, Pakistan, yang terletak di tepi timur Sungai Chenab. Menurut sensus Pakistan 1998, kota itu memiliki populasi 293.366.

Penduduk Kristen setempat mengklaim kontaminasi itu disengaja, sebagai pembalasan atas pencalonan seorang kandidat independen pada pemilihan umum yang sedang berlangsung. Lingkungan itu dihuni oleh 530 keluarga Kristen.

Penduduk lokal mengungkapkan, tanah itu telah dibeli oleh Romo Bony Mandus pada tahun 1975 untuk digunakan sebagai tempat tinggal umat Katolik. Ia meletakkan dasar bagi koloni Kristen, dan kini kotoran dimasukkan ke dalam saluran hanya beberapa meter dari koloni Kristen tersebut.

Sebelumnya, kotoran dari kota dibuang ke Ayub Chowk. Namun, kebijakan baru telah dibuat agar kotoran dibuang ke sebuah danau dekat Ayub Chowk. Proyek baru tidak terlaksana karena kebijakan baru lagi dimana kotoran dibuang ke saluran beberapa meter dekat dengan koloni Kristen yang menyebabkan kontaminasi terhadap suplai air ke lingkungan Kristen tersebut.

Penduduk Kristen mengajukan protes melalui pengadilan lokal dan sudah mempengaruhi pemimpin politik lokal. Dalam pilkada lokal Oktober 2015, penduduk Kristen meminta adanya kandidat Kristen yang diizinkan mengikuti pilkada untuk duduk sebagai anggota dewan karena ada banyak orang Kristen di wilayah tersebut.

“Permintaan kami tidak didengarkan oleh pemimpin politik di wilayah kami,” ujar salah seorang warga. Akibatnya warga menominasikan Safdar Masih, penduduk Kristen di wilayah itu untuk mengikuti pilkada.

“Perjuangan kami untuk memiliki wakil sendiri di parlemen daerah ternyata membuat hubungan kami dengan otoritas politik setempat menjadi tidak baik,” tambah warga tersebut.

“Mereka tidak lagi mau mendengar permintaan kami. Otoritas telah menolak menyediakan mesin penyaring sehingga kotoran sudah mulai mengotori saluran air kami. Air yang terkontaminasi itu telah menyebabkan timbulnya penyakit. Pemerintah tidak mau memfasilitasi kami,” protes warga. (christianinpakistan.com/spw)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home