Loading...
BUDAYA
Penulis: Ignatius Dwiana 22:18 WIB | Senin, 05 Agustus 2013

Film Kartun di Pakistan Sindir Taliban

Burka Avenger, film seri kartun yang menyindir militan Islam Taliban. (Foto al Arabiya)
PAKISTAN, SATUHARAPAN.COM – Superhero kartun baru Pakistan yang melawan orang jahat dengan berselimutkan kerudung atau burka hitam dibuat secara mengglobal. Pembuatnya merencanakan untuk menyiarkan kartun ini di 60 negara. Seperti dilansir dari situs al Arabiya dan Deutsche Welle.
 
Film seri kartun ‘Burka Avenger’ berbahasa Urdu ini menampilkan petualangan seorang guru berwatak halus yang menggunakan kekuatan super dalam melawan gangster lokal yang mencoba menutup sekolah perempuan tempat dia bekerja. Film ini menghentak TV Pakistan bulan lalu. 
 
Film laga komedi  anak  ini  dibuat dengan latar belakang kota fiktif Halwapur. Burka Avenger dibantu tiga anak sekolah. Mereka menggunakan pena dan buku sebagai senjata proyektil untuk menangkal kejahatan.
 
Tokoh penjahat utama dalam serial ini adalah Vadero Pajero, seorang politisi korup botak yang memakai medali emas berlambang Dolar di lehernya, serta Baba Bandook, seorang tukang sihir jahat dengan jenggot hitam lebat dan kumis, yang dimaksudkan mirip dengan seorang komandan Taliban.
 
Aaron Haroon Rashid, salah satu bintang pop terbesar di Pakistan, menciptakan serial ini sebagai medium penting untuk menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan. "Penerimaan film ini benar-benar fenomenal, melampaui harapan kami," katanya.
 
Yang menyedihkan, inilah perang yang sebetulnya sangat dikenal di dunia nyata bagi orang Pakistan.
 
“Setiap episode berpusat pada seputar isu moral yang mengirimkan pesan sosial yang kuat bagi anak-anak,” kata Aaron Haroon Rashid sambil menambahkan “tapi itu dibalut dengan murni hiburan, tawa, aksi dan petualangan.”
 
"Kami sedang membuat sedikit serial TV kartun ini untuk Pakistan tetapi tampaknya seluruh dunia sepertinya ingin tahu tentang Burka Avenger."
 
Sebuah perusahaan distribusi TV di Eropa telah menghubungi dengan maksud untuk menerjemahkan acara itu ke dalam 18 bahasa, termasuk bahasa Inggris dan Perancis, dan diputar di 60 negara, kata Rashid.
 
Burka Avenger bergaung di Pakistan, negara tempat kelompok militan Islam Taliban berusaha mencegah ribuan anak perempuan bersekolah di negara bagian barat laut dan juga menyerang para aktifis yang berkampanye atas hak-hak pendidikan bagi kaum perempuan. Di negara bagian barat laut itu militan Islam Taliban menembaki salah seorang aktifis remaja, Malala Yousafzai, yang kemudian menjadi berita utama dunia di bulan Oktober. Bulan lalu Malala Yousafzai menyampaikan pidatonya di gedung PBB New York.
 
Aaron Haroon Rashid mengatakan bahwa Malala adalah superhero kehidupan nyata untuk keberanian. Dia  mengatakan serangan pada dirinya datang ketika mereka sedang menyiapkan episode awal Burka Avenger.
 
"Kami semua tertegun karena kami bekerja pada cerita yang sama tentang seorang gadis kecil yang berjuang melawan orang jahat yang mencoba untuk menutup sekolah," katanya.
 
"Aku belum pernah mendengar tentang Malala sebelumnya. Peristiwa itu seperti kehidupan yang mengikuti film yang kami kembangkan."
 
Menurut data statistik PBB dan pemerintah yang diterbitkan akhir tahun lalu menyatakan hampir setengah dari jumlah keseluruhan anak di Pakistan dan hampir tiga perempat dari gadis-gadis muda tidak terdaftar di sekolah dasar.
 

Editor : Yan Chrisna


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home