Loading...
FOTO
Penulis: Elvis Sendouw 17:56 WIB | Selasa, 06 Januari 2015

Gereja dan Masjid Berdampingan Cermin Toleransi

Gereja dan Masjid Berdampingan Cermin Toleransi
Anak bersepeda memandang kearah Gereja dan Masjid yang berdampingan di daerah Senen, Jakarta, Selasa (6/1). (Foto-Foto: Elvis Sendouw)
Gereja dan Masjid Berdampingan Cermin Toleransi
Pengendara motor melintas di depan Gereja dan Masjid yang berdiri berdampingan.
Gereja dan Masjid Berdampingan Cermin Toleransi
Anak bersepeda pulang sekolah melintas di depan Gereja dan Masjid yang berdampingan.
Gereja dan Masjid Berdampingan Cermin Toleransi
Pedagang buah melintas di depan Gereja dan Masjid yang berdampingan. Ini merupakan cermin toleransi yang harus dijaga.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ada pemandangan menarik di Jalan Kramat IV, Senen, Jakarta Pusat, sebuah bangunan Masjid dan gereja berdiri berdampingan. Masjid Al-Istikharah itu bersebelahan dengan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jemaat Kernolong.

Sebuah cermin toleransi beragama bagi bangsa Indonesia yang harus dijaga.

Gedung Gereja HKBP Jemaat Kernolong pertama kali dibuka pada 8 Mei 1932 dan merupakan Gereja HKBP pertama di Jakarta dan yang pertama di luar Sumatera. Jemaat di gereja inilah yang menjadi jemaat induk dari distrik istimewa HKBP, yakni Distrik IX.

Gereja HKBP Jemaat Kernolong tahun 2015 ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke 96. Hari ulang tahun ini didasarkan pada terwujudnya keinginan untuk melakukan kebaktian berbahasa Batak pada tanggal 20 September 1919.

Gereja HKBP Jemaat Kernolong dirintis oleh seorang pemuda Batak Kristen tamatan Seminari Pansurnapitu bernama Simon Hasibuan. Dia merantau ke Jakarta pada tahun 1907.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home