Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 05:33 WIB | Minggu, 07 Desember 2014

Hasyim Muzadi: Menangkal Gerakan Terorisme Secara Komprehensif

Hasyim Muzadi: Menangkal Gerakan Terorisme Secara Komprehensif
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ahmad Hasyim Muzadi. (Foto-foto: Endang Saputra)
Hasyim Muzadi: Menangkal Gerakan Terorisme Secara Komprehensif
KH Saefudin Amsir, Jendral Rymizard Ryacudu (Menhan) Komjen Jendral Polisi, Saud Usman (BNPT) KH A. Hasyim Muzadi, Mayjend Soedarmo. (BIN).

DEPOK, SATUHARAPAN.COM- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ahmad Hasyim Muzadi mengatakan, gerakan 300 ulama antiterorisme yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Pesantren Al Hikam, Depok, 6-8 Desember 2014, dimaksudkan untuk menangkal gerakan terorisme secara komprehensif.

"Karena selama ini, hanya ditangkal melalui hukum dan represif, sehingga yang terjadi adalah penembakan-penembakan, penghukuman-penghukuman. Tapi pada sektor hulunya, tidak tertangani," kata Hasyim Muzadi saat ditemui satuharapan.com, di Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat, Sabtu (6/12).

Sektor hulu, kata dia, mencakup visi keagamaan. Namun, Hasyim mengingatkan, hal ini tak berarti mendeskreditkan Islam, mengingat acara berlangsung di pesantren, salah satu pusat penyebaran salah satu agama samawi tersebut.

"Tapi, (lebih kepada) cara memahaminya, cara mengunakan dalam sosial kenegaraan. Itu harus relevan, sesuai kondisi dan sikon Indonesia," kata dia.

"Kalau tidak, pasti ada benturan-benturan. Ini dimulainya dari visi keagamannya," sambung Hasyim.

Dia lalu mencontohkan dengan adanya persepsi segelintir orang beragama Islam yang memandang dirinya paling benar dan di luar umat muslim ada kafir.

 "Nah, pikiran embrio begini dalam konflik, dalam Islam sendiri embrio untuk berbenturan cara sesama muslim. Belum nanti yang lintas agama,” kata dia.

Dengan acara ini, kata mantan tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla itu, maka bisa mendeteksi, apakah akar terorisme tersebut baru terjadi atau sudah berlangsung sejak lama dan ulama bisa turut serta dalam menangkalnya, mengingat tugas dan fungsinya tak seperti kepolisian yang bertindak saat terorisme telah berlangsung.

"Nah, selama ini tidak ada kerja sama. Jangan kan kerja sama, polisi dan ulama di internal pemerintahan sendiri, semua kementerian yang terkait, itu belum paham," jelasnya.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikam, Depok ini melalui acara yang didukung Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan BNPT, Hasyim berharap, ada koordinasi di pemerintahan.

"Kosepsi ini memerlukan perundangan untuk menangkal dari sektor hulunya. Kenapa semua ormas tidak dikembalikan bersadarkan Pancasila, kenapa? Dengan demikian, kalau ini sudah selesai, nah kolaborasi dengan ulama yang bisa mengurai mainset mereka, kita harapkan terorisme itu akan turun jumlahnya," katanya.

Hayim menghimabu kepada pemerintah agar pemikiran -pemikiran kerakyat terorisme ini berpikiran dengan yang jerih.

“ Seandainya Menag menpaslitasi kita, sendainya BIN memberikan informasi kepada kita seandainya BNPT membingbing kita sendainya Menhan melindungi kita, kita berkerja baik-baik untuk menangkal telorisme itu bukan dengan kekerasan tetapi mengurai dengan kesalahan mereka, kita optimis pemerintah akan Zero teloriseme,” dia mengakhiri pembicaraan.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home