Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 13:39 WIB | Rabu, 13 Juli 2016

Indonesia Ekspor 100 Ton Gaharu ke Arab Saudi

Sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), gaharu banyak digunakan sebagai bahan baku industri parfum dan kosmetika, obat-obatan, maupun dupa/hio untuk perlengkapan upacara keagamaan. (Foto: sumber-gaharu.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Indonesia mencatatkan kesepakatan untuk mengekspor 100 ton gaharu selama setahun ke Arab Saudi dengan nilai kontrak ekspor mencapai Arab Saudi Riyal (SAR) 30 juta atau Rp 100 miliar.

Kesepakatan tersebut dibuat PT Idaman Polanusa bersama mitra lokal Arab Saudi, yaitu Ali Mohammed H. Banafa Est di Jeddah (Addira Oud Jeddah) dan Muassesah Abdul Latif Alhamidi Almuagiyah Center Riyadh (Addira Oud Riyadh).

“Total nilai kontrak ekspor gaharu tersebut mencapai lebih dari Arab Saudi Riyal (SAR) 30 juta atau Rp 100 miliar. Hal ini menunjukkan besarnya potensi ekspor gaharu ke Arab Saudi,” kata Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan dalam keterangan tertulis hari Selasa (12/7).

Menurut datanya, hingga Juni 2016 lalu, gaharu telah diekspor lebih dari 10 ton dengan nilai lebih dari SAR 8 juta atau lebih dari Rp 28 miliar. Sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), gaharu banyak digunakan sebagai bahan baku industri parfum dan kosmetika, obat-obatan, maupun dupa/hio untuk perlengkapan upacara keagamaan.

Gaharu juga merupakan komoditas yang mahal dan mempunyai nilai prestise yang tinggi. Di Arab Saudi, gaharu banyak digunakan sebagai wewangian dalam berbagai kegiatan, seperti acara keagamaan, pesta pernikahan, menyambut tamu, bahkan acara resmi kenegaraan.

Gunawan menambahkan, kejelian pemilik PT Idaman Polanusa Faiz A. Bagis cukup mengagumkan. Berbekal latar belakang pendidikan santri di Gontor, Ponorogo, Faiz banyak berinteraksi dengan masyarakat Arab Saudi.

“Ia mampu memahami budaya dan gaya hidup masyarakat Arab Saudi yang banyak menggunakan gaharu,” kata Gunawan.

Melihat potensi gaharu di Arab Saudi, Plt. Konsul Jenderal KJRI Dicky Yunus menyampaikan bahwa KJRI selalu aktif melakukan diplomasi ekonomi dalam rangka meningkatkan ekspor nonmigas ke Arab Saudi, khusunya yang berkaitan dengan promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi (Trade, Tourism, and Investment/TTI).

Selain itu, Gunawan menambahkan ITPC Jeddah juga akan berpartisipasi dalam pameran agrofood dan agriculture yang akan dilaksanakan pada Oktober 2016 mendatang. “Hal itu dilakukan sebagai bentuk perhatian, pembinaan, dan fasilitasi pemerintah Indonesia terhadap pengusaha Indonesia, khususnya komoditas makanan hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan,” katanya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home