Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 19:40 WIB | Minggu, 15 Mei 2022

Irak Menggali Kuburan Massal Korban Era Saddam Husein

Jenazah manusia yang digali dari kuburan massal oleh otoritas Irak, tergeletak di tanah dekat kota selatan Najaf, pada hari Sabtu 14 Mei 2022. (Foto: AFP)

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM-Pihak berwenang Irak telah menggali sisa-sisa jasad 15 orang dari kuburan massal yang diyakini menampung puluhan orang yang kemungkinan besar tewas di bawah mantan Presiden Saddam Hussein, kata seorang pejabat hari Sabtu (14/5).

Kuburan massal pertama kali ditemukan pada April di dekat kota Najaf, saat orang  sedang membangun kompleks perumahan.

Hal ini diyakini berasal dari tahun 1990-an, ketika Saddam melancarkan kampanye mematikan terhadap anggota komunitas mayoritas Muslim Syiah di Irak selatan yang menewaskan hampir 100.000 orang.

 “Mungkin ada 100 korban di kuburan ini. Ini perkiraan, jumlahnya bisa lebih karena luasnya area,” kata Abdul Ilah al-Naeli, yang mengepalai yayasan pemerintah yang bertugas menemukan kuburan massal dan mengidentifikasi jenazah.

Menyebut pemakaman itu sebagai "tempat kejadian kejahatan", Naeli mengatakan kuburan massal itu berasal dari "pemberontakan rakyat (Syiah) 1991" melawan Saddam.

Seorang koresponden AFP melihat tengkorak dan sisa-sisa manusia lainnya di dekat lokasi konstruksi di mana bangunan semen telah didirikan.

Menurut pihak berwenang Irak, rezim Saddam secara paksa menghilangkan lebih dari satu juta orang, termasuk dari minoritas Kurdi, pada 1980-an dan 1990-an, dan banyak keluarga mereka masih berusaha memastikan apa yang terjadi pada mereka.

Irak memberikan penghormatan kepada mereka yang hilang pada 16 Mei, yang dikenal di negara yang dilanda perang itu sebagai Hari Kuburan Massal Nasional.

Saddam digulingkan dalam invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak pada 2003 dan dieksekusi pada Desember 2006 setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan Irak atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Negara kaya minyak itu telah dilanda gelombang konflik dalam beberapa dekade berikutnya, yang berpuncak pada perang melawan kelompok teroris ISIS, yang berakhir pada 2017.

ISIS sendiri meninggalkan sekitar 200 kuburan massal yang dapat menampung hingga 12.000 mayat, kata PBB.

Pihak berwenang di Irak sering mengumumkan penemuan kuburan massal, yang terbaru pada bulan Maret ketika sisa-sisa 85 pejuang ISIS dan kerabat mereka digali di kota utara Mosul. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home