Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Reporter Satuharapan 15:47 WIB | Sabtu, 25 Januari 2014

Jalan Tol Cipularang Masih Belum Bisa Dilewati Kendaraan

Petugas Jasa Marga memeriksa dan memperbaiki jalur ambles di Tol Cipularang KM 72, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/1). (Foto: antarafoto)

KARAWANG, SATUHARAPAN.COM - Tol Cipularang atau Purbaleunyi Kilometer 72 yang ambles pada Jumat (24/1) lalu, di kawasan Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini, Sabtu (25/1), belum bisa dilewati kendaraan dan masih dalam proses perbaikan.  

Para petugas perbaikan jalan Tol Cipularang telah bekerja sejak Jumat sore kemarin dan akan terus melakukannya sampai jalan itu bisa dilewati kendaraan lagi. Untuk sementara kendaraan dialihkan, dari arah Jakarta menuju Bandung keluar gerbang Tol Cikampek, Cikopo, Purwakarta, kemudian masuk kembali melalui gerbang Tol Sadang atau gerbang Tol Ciganea, Jatiluhur.

Petugas Jasa Marga memperkuat badan jalan dengan groting dan bronjong, memasang batu di tebing pinggir lajur tol yang ambles, mengukur tanah dan aspal. Selama perbaikan, jalan Tol Cipularang Kilometer 72 arah Bandung yang ambles sepanjang 100 meter dengan kedalaman sekitar 10-15 centimeter itu ditutup terpal.

Petugas memberlakukan contra flow, atau melawan arus, agar tidak terjadi kemacetan parah di sepanjang jalan Tol Cipularang.

Jalan yang ambles itu sendiri berada di lajur lambat dan lajur tengah serta badan jalan tol arah Bandung, sehingga yang bisa dilalui kendaraan hanya lajur cepat.

Sebelumnya,  Kepala Cabang Tol Purbaleunyi Christianto menduga penyebab sementara adalah tanah di kawasan itu tergerus air. "Namun itu masih perlu dipastikan lebih lanjut. Untuk saat ini, sejumlah ahli akan didatangkan untuk memastikan penyebabnya. Kami akan memanggil konsultan geoteknik," katanya.

Ia menuturkan, panjang ruas jalan yang ambles mencapai 20 meter namun terdapat retakan yang dikhawatirkan akan membahayakan pengendara apabila diperbolehkan melintas ke lokasi tersebut. "Jadi di sana ada retakan. Retakannya kurang lebih sekitar 70 sampai 80 meter," jelasnya.

Menurut Christianto, kedalaman jalan yang ambles itu diperkirakan 20 sampai 25 cm dan bagian terdalam yang ambles ada di bahu jalan. "Untuk saat ini, kami belum bisa memastikan kapan arus lalu lintas di lokasi kembali dibuka karena saat ini kami sedang menanggulangi," tandasnya.(Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home