Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Reporter Satuharapan 17:02 WIB | Rabu, 22 Januari 2014

JK: Memindahkan Biaya Subsidi BBM, untuk Korban Bencana Alam

Ketua PMI Jusuf Kalla mengunjungi pengungsi banjir Kampung Pulo, Jakarta Timur (14/1/).(Foto:jusufkalla.info)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Terkait dengan bencana banjir yang kerap melanda daerah-daerah di tanah air khususnya Ibukota Jakarta, Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009) Jusuf Kalla yang akrab disapa JK mengatakan, hanya perlu memindahkan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) selama 10 hari untuk menyelesaikan banjir. Agar masalah banjir tidak berlarut-larut dan terulang kembali di masa mendatang.

"Tinggal memindahkan biaya subsidi BBM 10 hari selesai itu semua, biaya BBM subsidi sehari kan Rp 1 triliun. Sekarang pilihannya adalah membela subsidi untuk yang punya mobil apa rakyat kecil yang menderita akibat banjir? " ujar JK di Jakarta, Selasa (21/1). 

Menurut JK, dengan uang sebesar itu pemerintah bisa memperbaiki infrastuktur pascabencana. Pemerintah juga bisa kembali menata ruang dan memperbaiki lingkungan yang rusak dan menjadi penyebab banjir.

"Tapi seterusnya itu ialah langkah tegas kita semua. Masyarakat dan pemerintah untuk memperbaiki lingkungan dan memperbaiki tata ruang dengan baik, hanya itu saja," tegasnya.

Lebih lanjut, ketua palang merah indonesia (PMI) itu menungkapkan,  untuk mempercepat penanganan banjir pemerintah sebaikanya segera merealisasikan pembangunan infrasturktur pada musim hujan seperti ini agar minim penolakan dan secepat mungkin masalah banjir teratasi. Pengalamannya saat membangun Kanal Banjir Timur dan membangun jalan layang ke Bandara Soekarno Hatta pada masanya menjabat wakil presiden, pemerintah dengan sigap membangunnya pada musim penghujan, jadi tidak ada yang keberatan.

"Dulu saat banjir kita langsung bangun Kanal Banjir Timur dan bangun jalan layang ke Bandara di Cengkareng, masalah cepat teratasi, dan tidak ada yang protes," ungkap JK.

PMI telah menyiapkan dana sebatas untuk memberikan pertolongan bagi korban. Tapi menurutnya, harus ada solusi untuk jangka panjang tetap perlu disiapkan oleh pemerintah agar banjir tidak menjadi bencana yang rutin terjadi setiap tahun.

"Masak setiap tahun kita cuma mengurus masalah yang sama, kasihan juga masyarakat yang terus menderita akibat banjir," kata JK.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home