Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 20:26 WIB | Sabtu, 26 Maret 2016

Jokowi: Muslimat NU Benteng Paham Radikal dan Narkoba

Dari kiri: Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Presiden Jokowi, Ketua MPR, Zulkifli Hasan, dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam acara Harlah ke-70 Muslimat NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, hari Sabtu (26/3). (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan)

MALANG, SATUHARAPAN.COM – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan peran Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) semakin berat di masa yang akan datang. Sebab, menurutnya, dakwah Muslimat NU adalah dakwah dengan perbuatan atau bil hal, bukan hanya dakwah lisan atau bil lisan.

"Dengan dakwah perbuatan itu, saya yakin jumlah majelis taklim, jumlah lembaga pendidikan, jumlah lembaga sosial dan kesehatan, serta jumlah koperasi primer Muslimat NU akan semakin meningkat di masa depan," kata Jokowi saat menghadiri Harlah ke-70 Muslimat NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, seperti keterangan tertulis yang diterima satuharapan.com dari Tim Komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit,” hari Sabtu (26/3).

Menurut Jokowi, dengan dakwah perbuatan itu, kewaspadaan Muslimat NU akan semakin meningkat. Muslimat NU juga akan mampu menyiapkan filter dan menanamkan ajaran agama sejak dini kepada anak-anak. Sehingga, Muslimat NU mampu membentengi diri dari pengaruh paham radikal dan narkoba yang mengancam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

Dalam acara tersebut, Jokowi menyaksikan deklarasi dan Ikrar Laskar Anti-Narkoba Muslimat NU oleh Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Jawa Timur, Masruroh Wahid, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Riau, Dinawati, Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan, Andi Majda, dan Relawan Anti Narkoba, Ivan.

Jokowi pun memuji langkah yang dilakukan Muslimat NU.

"Alhamdulilah urusan narkoba tadi di hadapan kita sudah dideklarasikan laskar antinarkoba dari Muslimat NU. Ini sebuah reaksi yang cepat dalam menghadapi perubahan zaman," katanya.

Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia sedang dalam darurat narkoba dimana setiap hari 30 sampai 50 anak-anak menjadi korban meninggal karena narkoba. "Sekali lagi saya ingin mengapresiasi apa yang sudah dideklarasikan Laskar Anti-Narkoba Muslimat NU," kata Jokowi.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home