Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 10:44 WIB | Jumat, 23 Oktober 2015

Jumat Pagi Rupiah Menguat Menjadi Rp 13.517

Ilustrasi: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (23/10), bergerak menguat sebesar 123 poin menjadi Rp 13.517 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 13.640 per dolar Amerika Serikat. (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak menguat sebesar 123 poin menjadi Rp 13.517 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 13.640 per dolar Amerika Serikat.

"Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS pada akhir pekan ini (23/10) terbawa sentimen paket kebijakan ekonomi V yang kembali diluncurkan untuk mendorong laju perekonomian domestik," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, hari Jumat (23/10).

Ia menambahkan bahwa sentimen positif dari dalam negeri juga datang bersamaan dengan sentimen positif dari bank sentral Eropa yang mengindikasikan rencana pemangkasan suku bunga serta penambahan stimulus keuangan melalui program "quantitative easing" (QE).

Kendati demikian, menurut dia, penguatan rupiah masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap hasil Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), sentimen negatif bisa saja datang dan mengoreksi penguatan nilai tukar rupiah.

"Secara umum volatilitas rupiah masih akan tinggi di tengah sentimen-sentimen dari keputusan Bank Sentral dari negara-negara maju hingga pekan depan. Fokus akan mulai beralih ke pertemuan FOMC pada 28-29 Oktober mendatang," katanya.

Sementara itu, Analis LBP Enterprises Lucky Bayu Purnomo mengatakan bahwa penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menunjukkan aksi spekulasi pelaku pasar uang di tengah harapan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang belum pasti.

"Pemerintah cukup gencar mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka mendorong perekonomian nasional, sementara kenaikan suku bunga AS belum ada kepastian, itu membuat kisaran pergerakan nilai tukar rupiah cukup lebar, itu membuat pasar spekulatif dan sulit diprediksi," katanya. (Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home