Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 09:56 WIB | Sabtu, 14 Mei 2016

Keempat ABK Dinyatakan dalam Kondisi Sehat dan Prima

Salah satu WNI yang diperiksa kesehatan di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto. (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Keempat ABK secara fisik maupun berdasarkan hasil pemeriksaan sarana penunjang, dalam kondisi sehat walafiat. Kondisi mereka prima, termasuk keadaan kesehatan jiwa dalam kondisi stabil.

Hal itu dikatakan oleh Kolonel Ckm Bambang Dwi Hasto, Sp.B FinaCS., M.Si. selaku Wakil Kepala Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto dalam saat jumpa pers di Auditorium Bedah Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto, Jl Dr Abdul Rahman Saleh No 24, Jakarta Pusat, hari Jumat (13/5).

Keempat anak buah kapal (ABK) Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristy warga negara Indonesia itu disandera kelompok Abu Sayyaf pada tanggal 15 April 2016. Kapal mereka dibajak saat melintas di perairan perbatasan Malaysia-Filipina saat kembali dari Filipina menuju Tarakan, Kalimantan Timur.

Para ABK tersebut adalah Mochammad Ariyanto Misnan sebagai Master (Nakhoda) yang bertempat tinggal di Bekasi Jawa Barat, Loren Marinus Petrus Rumawi sebagai Chief Officer bertempat tinggal di Sorong, Papua Barat, Dede Irfan Hilmi sebagai Second Officer bertempat tinggal di Ciamis, Jawa Barat, dan Samsir sebagai Juru Mudi bertempat tinggal di Palopo, Sulawesi Selatan.

Setelah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma keempat ABK tersebut melanjutkan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto. Bambang mengatakan, pihaknya menerima empat ABK WNI yang telah dibebaskan dari penyanderaan di Filipina, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Pemeriksaan kesehatan fisik dilakukan oleh para tim dokter spesialis dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan jantung, thorax, dan laboratorium lengkap, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan jiwa oleh tim Kesehatan Jiwa (Keswa) kita,” katanya.

“Hasil pemeriksaan kami serahkan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk diserahkan kepada keluarganya,” dia menambahkan saat mengakhiri keterangan persnya dan dilanjutkan dengan penyerahan berkas hasil pemeriksaan kesehatan kepada perwakilan dari Kemenlu RI.

Sebagaimana dikatakan Pangkostrad sebelumnya di depan awak media bahwa, penjemputan empat ABK tersebut atas perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Proses serah terima sandera antara Pemerintah Filipina dan Indonesia terwujud atas usaha diplomasi Pemerintah Indonesia yang merupakan tindak lanjut kerja sama Trilateral yang ditindaklanjuti melalui pengembangan aturan kesepakatan bersama Standard Operational Procedure (SOP) yang segera didiskusikan bersama oleh pihak militer Indonesia, Filipina dan Malaysia.(PR)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home