Loading...
RELIGI
Penulis: Sigit Wibisono 11:52 WIB | Senin, 21 November 2016

Konferensi Gereja tentang Korea Usahakan Perjanjian Damai

Kedamaian di Semenajung Korea - greenpeace.com

SATUHARAPAN.COM -  Peningkatan hubungan antar Korea dan perdamaian di semenanjung Korea merupakan fokus dari sebuah konferensi yang dihadiri oleh 58 orang dari gereja-gereja dan organisasi dari Democratic People of Republic of Korea (DPRK), Korea Selatan, dan sebelas negara lainnya. Mereka berkumpul di Hong Kong, 14-16 November 2016.

Konferensi ekumenikal internasional tentang perdamaian di Semenanjung Korea diselenggarakan oleh Dewan Gereja Sedunia (WCC). Yang menjadi tuan rumah konferensi adalah Hong Kong Christian Council (HCC). Diskusi dilakukan atas dasar sejarah ekumenikal yang panjang dari pertemuan dan pendampingan umat Kristen di utara maupun selatan Korea, dalam upaya mereka mendorong perdamaian dan penyatuan setelah 70 tahun terpisah.

Delegasi dari DPRK dan Dewan Nasional Korea Selatan menyediakan informasi kunci, analisis, dan rekomendasi, pada saat konferensi fokus untuk membahas peluang perdamaian di Semenanjung Korea.

Dalam kesimpulan, partisipan mengafirmasi bahwa pertemuan WCC yang ke-10, perlu mengeluarkan pernyataan bahwa ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai sebuah proses baru menuju perdamaian yang komprehensif yang akan menggantikan perjanjian damai perang tahun 1953. Perjanjian penghentian perang sudah terlalu lama berlaku, yaitu sejak 27 Juli 1953. Isinya terus dikritisi dan perlu untuk direvisi.

“Ketiadaan akhir yang formal dari Perang Korea masih mewarnai dan menguasai relasi antar Korea sampai hari ini, dan memunculkan eskalasi persenjataan dan militerisasi di semenanjung dan wilayah. DPRK telah berulang kali menyuarakan perjanjian damai, namun AS menolak tuntutan itu. Kemajuan dari perjanjian damai dibutuhkan sekarang, untuk menginterupsi lingkaran antagonis, konfrontasi, dan militerisasi untuk mengurangi ketegangan dan membangun kepercayaan, memastikan penarikan seluruh pasukan asing di Semenanjung Korea, mempromosikan atmosfer yang baik dalam relasi antar Korea,” tulis partisipan.

Konferensi ini mengusulkan inisiasi ekumenikal di Semenanjung Korea agar dapat berdampak dan secara eksplisit tercermin dalam model dan pelatihan kepemimpinan menuju proses perdamaian guna menggantikan perjanjian perang.

“Kami gembira dengan pendampingan ekumenikal yang telah berlangsung lama berkenaan dengan relasi, dialog, dan pertukaran informasi antara utara dan selatan Korea, bersamaan dengan kemungkinan yang unik akan perdamaian di wilayah ini. Ini merupakan ekspresi dari lambang dan contoh perjalanan akumenikal atas keadilan dan perdamaian,” ujar partisipan. (oikoumene.org/spw)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home