Loading...
INDONESIA
Penulis: Eben E. Siadari 10:11 WIB | Sabtu, 20 Agustus 2016

Korban Tragedi Crane Masjidil Haram Tagih Janji Raja Saudi

Crane yang runtuh di Masjidil Haram, Mekkah pada Jumat (11/9/2015). (Foto: dari Al Arabiya)


BANDUNG, SATUHARAPAN.COM - Keluarga dari jamaah haji korban peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Bawat, mempertanyakan janji Pemerintah Arab Saudi yang akan memberikan santunan kepada ahli waris korban peristiwa tersebut.

"Sampai sekarang belum mendapat kabar soal kapan pencairan itu akan dilakukan," kata Duskarno keluarga dari korban crane warga Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat.

Ia menuturkan, banyak jamaah haji Indonesia termasuk istrinya, Iti Rastiwi Darmini menjadi korban dari jatuhnya crane di Masjidil Haram, Jumat 11 September 2015.

Peristiwa yang sudah hampir satu tahun itu, kata dia, hingga saat ini belum ada kejelasan realisasi santunan yang dijanjikan oleh Pemerintah Arab.

"Belum pernah ada informasi apa pun kepada saya," katanya.

Ia mengungkapkan janji santunan Pemerintah Arab Saudi yakni sebesar 1 juta riyal atau setara dengan Rp 3,5 miliar bagi semua korban meninggal dan cacat fisik.

Selain itu Pemerintah Arab Saudi menjanjikan ibadah haji eksklusif bagi keluarga korban insiden jatuhnya crane tersebut.

"Sampai sekarang yang kami dapat baru santunan asuransi dalam negeri untuk jamaah wafat karena kecelakaan," katanya.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga dari Kementerian Agama tidak memberikan penjelasan terkait realisasi santunan tersebut.

Ia mengaku hanya mendapatkan informasi terkait santunan tersebut melalui media internet yakni ada kendala dengan satu negara yang belum menyepakati santunan tersebut.

"Jika memang kendalanya ada di satu negara yang belum deal, ya baiknya tinggalkan saja negara itu, prioritaskan dulu keluarga korban dari negara lain," katanya (Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home