Loading...
INSPIRASI
Penulis: Stanley R. Rambitan 01:00 WIB | Rabu, 26 Maret 2014

Mau Menolong Kena Colong

Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – Anak saya bercerita tentang kejadian yang baru saja dialaminya di mikrolet  dalam perjalanan menuju tempat bimbingan belajar. Di dalam mikrolet itu, naik dan duduklah seorang lelaki muda di pinggir pintu masuk, berhadapan dengan anak saya. Di samping kiri anak saya, ada beberapa perempuan lain, berseragam sekolah SMP.

Tidak lama kemudian, si lelaki itu seperti mau mengambil sesuatu dari sakunya. Tetapi, tidak jadi mengambil barang apa pun dari sakunya, tiba-tiba ia mengerang kesakitan di perut dan pinggangnya. Ia lalu menjatuhkan badannya ke depan dan mau memegang kaki dan badan anak saya. Anak saya langsung menghindar. Tetapi, salah seorang penumpang perempuan yang berseragam SMP itu mengulurkan tangannya dan memegang tangan sang lelaki sambil berkata, ”Bapak duduk di sini saja.” Lelaki itu pun duduk di samping pelajar SMP. Setelah seratus meter mikrolet melaju, Si lelaki itu pun turun.

Seorang teman ”siswi penolong” itu kemudian berkata, ”Coba periksa, handphone lu ada nggak?” Ternyata telepon genggam siswi itu raib dibawa si lelaki yang ternyata pura-pura sakit. Sang siswi itu dengan raut wajah panik langsung minta sopir berhenti dan minta turun dan ia langsung berteriak: ”Copeeett… copeeett!” Tetapi, Si lelaki itu telah menghilang entah ke mana. Niat baik dan tulus sang anak SMP itu telah membawa dia ke dalam musibah.

Musibah itu terjadi karena niat baik anak sekolah itu tidak disertai dengan pikiran kritis dan kewaspadaan. Mungkin anak itu tidak sadar dan tahu berbagai cara para pelaku kejahatan. Ia memang memiliki hati nurani yang baik. Namun, ia tidak siap dan tidak cerdas di dalam menghadapi penipuan berbalut penderitaan seperti itu. Akhirnya: mau menolong, kena colong.

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home