Loading...
DUNIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 20:11 WIB | Selasa, 14 Juli 2015

Menilik Tradisi Bangunkan Warga Saat Sahur di Lebanon

Penabuh beduk yang berjalan dari rumah ke rumah membangunkan warga untuk sahur. (Foto: EPA)

LEBANON, SATUHARAPAN.COM – Saat menjalani puasa di bulan Ramadan, ada kebiasaan khusus turun-temurun yang dapat ditemui di Lebanon untuk membangunkan warga saat makan sahur. Adalah Al Musaharati sebutan untuk penabuh beduk kecil yang berjalan keliling rumah warga dan memanggil nama pemilik rumah saat sahur tiba.

Penabuh beduk ini banyak ditemui di negara-negara Arab, khususnya di Lebanon.

Namun, sangat disayangkan tradisi yang menjadi bagian sosial dalam Kerajaan Ottoman sudah semakin luntur.

Bagi Saleh Hasan, warga Lebanon yang tinggal di kota Tripoli, Musaharati masih menjadi bagian yang sangat ditunggu di bulan Ramadan.

“Musaharati biasanya hafal nama semua pemilik rumah yang akan dilewatinya. Misalnya rumah Pak Muhammad, dia akan panggil namanya untuk bangunkan sahur. Beduk digunakan supaya penghuni yang lain bisa mendengar,” kata dia seperti yang dilaporkan oleh bbc.com pada Selasa (14/7).

“Ini sudah tradisi. Tidak ada Ramadan tanpa Musaharati,” kata Saleh menambahkan.

Dia juga mengatakan bahwa tradisi membangunkan sahur dengan beduk ini sangat terasa di desa dan kota-kota kecil.

“Di kota seperti Tripoli, masih dilakukan. Tapi dari jauh dan masih terdengar suara beduk yang membangunkan,” ujar pria yang menikahi perempuan Indonesia ini.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home