Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 11:39 WIB | Selasa, 03 Februari 2015

Menko Perekonomian Sambut Positif Wacana Merger Mandiri-BNI

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil. (Foto: Diah A.R)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menanggapi positif wacana penggabungan (merger) dua bank BUMN, PT Bank Mandiri dan PT Bank Nasional Indonesia (BNI), karena dinilai dapat memperkuat daya saing perbankan nasional di Asia Tenggara.

"Itu ide yang bagus, Indonesia belum memiliki bank yang besar terutama untuk bersaing di ASEAN," kata Sofyan Djalil di Jakarta, Senin (2/2) malam.

Sofyan mengatakan hal tersebut memang masih wacana dan belum dirumuskan oleh pemerintah secara matang. Namun, sebagai negara dengan potensi perekonomian terbesar di kawasan ASEAN.

Ia mengatakan Indonesia memang sangat membutuhkan bank bermodal besar yang dapat bersaing menjalankan fungsi intermediasi di kawasan ASEAN.

"Kita besarkan dulu hingga modalnya cukup, sehingga ekonomi kita yang terbesar di ASEAN bisa memiliki bank yang cukup besar, sehingga bisa berkiprah di kawasan ASEAN," ujarnya.

Bank Mandiri, salah satu bank dengan aset terbesar di Indonesia menempati peringkat ke-9 di ASEAN. Pada 2015 ini, Bank Mandiri diusulkan pemerintah mendapat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp5,6 triliun dengan skema penerbitan saham baru (rights issue).

PMN tersebut untuk mendorong Bank Mandiri masuk Qualified Asean Banking (QAB). Syarat yang diperlukan untuk menjadi QAB adalah memiliki modal yang sebanding dengan bank-bank regional ASEAN lainnya, dan rasio kecukupan modal inti (CAR) 17,5 persen pada 2019.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Bankir di bidang manajemen risiko (Bankers Association for Risk Management/BARa Indonesia), Pardi Sudrajat, mendukung merger Bank Mandiri dan BNI.

"Jika tidak disatukan, kedua bank akan bersaing di bidang yang sama, memperebutkan dana dan kredit, padahal dipunyai pemerintah," ujar Pardi.

Menurut dia, baik Mandiri dan BNI bergerak di bidang yang sama dan memperebutkan pangsa pasar yang sama pula. Oleh karena itu, penggabungan kedua bank itu dinilai akan berdampak baik.

"Bila persaingan itu dilanjutkan dengan sesama bank pemerintah, pasar akan mengalami kerusakan," kata Pardi. (Ant)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home