Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 19:59 WIB | Rabu, 18 Februari 2015

Menpora Imam Tunda Pertandingan Pertama Liga Super

Menpora Imam Nahrawi saat berkunjung ke markas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. (Foto: Humas PBSI).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menunda pertandingan perdana Liga Super Indonesia

"Keputusan kita, kick off harus ditunda selama dua minggu agar PT Liga memenuhi syarat-syarat yang diminta Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI)," kata Imam  di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (18/2).

Menpora Imam Nahrawi bersama Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Gatot Dewa Broto, Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Nur Aman, Sekjen BOPI Heru Nugroho, Dirjen (Direktur Jenderal) Imigrasi Iman Suroso, Staf Khusus Bidang Olahraga M Khusen Yusuf, dan Staf Khusus Bidang Kemitraan Faisol Reza menggelar konfrensi pers terkait pelaksanaan kick off kompetisi Indonesia Super League (ISL) di depan Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Menpora telah menerima surat dari BOPI sejak April 2014  untuk segera mengirimkan data persyaratan penyelenggaraan kompetisi.

"Surat belum pernah direspon, BOPI kirim surat lagi Januari 2015. BOPI berusaha melakukan komunikasi proaktif, hingga 13 Pebruari 2015 deadline akhir, data yang diterima baru 30 persen,"  kata menteri asal Bangkalan, Madura tersebut.

Menurut Menpora, hingga deadline akhir, BOPI terus intensif berkomunikasi, hingga data yang didapatkan mencapai 50 persen. "Surat permintaan rekomendasi dari PT Liga hanya 4 hari sebelum kick off, padahal persyaratannya belum dipenuhi. BOPI menilai belum layak. Karena itu, diberikan waktu dua minggu hingga 4 Maret 2015," politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu menambahkan.

Menpora sendiri telah meluncurkan surat ke Mabes Polri untuk pemberitahuan bahwa izin keramaian PT Liga harus berkoordinasi dulu dengan BOPI. "Kita rilis penundaan ini biar publik tahu. Ini momentum yang tepat untuk memulai sesuatu dengan profesional. Ayo kita mulai sesuatu dengan cara yang baik agar ke depan apapun yang kita hadapi harus sesuai aturan main," kata Menpora.

Mengenai risiko penundaan, Imam Nahrawi merespon bahwa risiko adalah sebuah konsekuensi yang harus dimaklumi masyarakat. "Ada sebagian yang tidak senang dengan keputusan ini. Namun jika ini dilakukan, nanti ke depan hasilnya bagus," terangnya. Ia juga menyampaikan penguatan kelembagaan BOPI ke depannya.

Mengenai penyelenggaraan event internasional AFC yang akan diikuti oleh Persib Bandung dan Persipura, menurut Menpora, hal tersebut menjadi pengecualian penundaan ini. "Kalau itu pasti akan kita izinkan," kata Menpora.  (kemenpora.go.id).

Sementara Ketua Umum BOPI Nur Aman dalam keterangan persnya menyatakan BOPI dulu dengan sekarang berbeda. "Saya tidak tahu di mana perbedaannya, yang jelas saya sendiri berangkat dari aturan yang ada. Yang sekarang berangkat berdasarkan UU SKN No 3  Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Kami juga mempelajari statuta FIFA dan AFC. Kongkalikong sampai sekarang tidak ada dan semoga hingga ke depan juga tidak pernah ada," kata Imam. (kemenpora.go.id).

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home