Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 08:16 WIB | Selasa, 17 Agustus 2021

PBB Prihatin Terjadi Pelanggaran HAM di Afghanistan

Kedutaan Rusia dan China berfungsi normal, dijaga Taliban.
PBB Prihatin Terjadi Pelanggaran HAM di Afghanistan
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, Antonio Guterres. (Foto: dok. Ist)
PBB Prihatin Terjadi Pelanggaran HAM di Afghanistan
Anggota pasukan Taliban memberi isyarat saat mereka memeriksa kendaraan di sebuah jalan di Kabul, Afghanistan, hari Senin (16/8). (Foto: Reuters)

PBB, SATUHARAPAN.COM-Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, Antonio Guterres, meminta Dewan Keamanan pada hari Senin (16/8) untuk "menggunakan semua alat yang ada untuk menekan ancaman teroris global di Afghanistan" dan menjamin bahwa hak asasi manusia akan dihormati.

“Kami menerima laporan mengerikan tentang pembatasan ketat terhadap hak asasi manusia di seluruh negeri. Saya sangat prihatin dengan laporan tentang meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia terhadap perempuan dan anak perempuan Afghanistan,” katanya kepada dewan yang beranggotakan 15 orang.

“Kita tidak bisa dan tidak boleh meninggalkan rakyat Afghanistan,” katanya.

Kedutaan Rusia dan China Dijaga Taliban

Sementara itu, kedutaan besar Rusia dan China yang menjadi misi diplomatik yang berfungsi normal di Afghanistan karena mereka dijaga oleh militan Taliban.

Rusia melakukan kontak dengan pejabat Taliban melalui kedutaan besarnya di Kabul, kata perwakilan khusus Presiden Vladimir Putin di Afghanistan pada hari Senin (16/6), sehari setelah pemerintah Afghanistan runtuh dan ibu kota Kabul jatuh ke tangan kelompok pemberontak Islamis.

“Mereka berbicara di Kabul. Semua kontak sedang dibuat di sana saat ini. Kedutaan sedang menangani ini,” kata perwakilan Zamir Kabulov kepada Reuters melalui telepon dalam sebuah wawancara.

Kontak dimulai ketika Taliban mengerahkan penjaga ke kedutaan Rusia setelah pemberontak merebut Kabul. “Itu benar-benar berjalan dengan tenang dan tanpa insiden. Mereka (Taliban) datang dan mengambilnya (kedubes) di bawah penjagaan (mereka),” katanya.

China telah mengatakan bahwa mereka bersedia untuk mengembangkan 'hubungan persahabatan' dengan Taliban. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing berharap Taliban akan menyatukan berbagai pihak dan kelompok etnis untuk memastikan perdamaian di Afghanistan.

Kementerian luar negeri China juga mengatakan bahwa kedutaan besarnya di Afghanistan beroperasi secara normal dan Duta Besar China untuk Afghanistan masih berada di Kabul dan aman. (AP/Reuters/Al Arabiya)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home