Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:57 WIB | Sabtu, 23 November 2013

PBB: Risiko AIDS Meningkat Aklibat Kekerasan pada Perempuan

Direktur Eksekutif UNAIDS, Michel Sidibé. (un.org)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM -  Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)  merespon epidemi AIDS dengan menyerukan diakhirinya kekerasan berbasis jender, karena merupakan pelanggaran berat hak asasi manusiadan meningkatkan risiko infeksi HIV.

Penelitian terbaru  Program PBB tentang HIV / AIDS (UNAIDS) menunjukkan ada hubungan yang jelas antara kekerasan pasangan intim dan HIV, di mana  perempuan yang mengalami kekerasan tersebut menghadapi 50 persen peningkatan risiko tertular virus.

"Setiap jam, 50 wanita muda baru terinfeksi HIV," kata Direktur Eksekutif UNAIDS, Michel Sidibé, dalam pesan Hari Internasionaluntuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

"Perempuan dan anak perempuan memiliki hak untuk hidup bebas dari kekerasan dan ketidakadilan dan untuk melindungi diri terhadap HIV," kata dia.

Selain itu, disebutkan bahwa sekitar satu dari tiga wanita di seluruh dunia mengalami kekerasan fisik dan / atau seksual oleh pasangan atau kekerasan seksual oleh non mitra, seperti diungkapkan  Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO).

Sementara sekitar 150 juta anak perempuan di bawah usia 18 telah mengalami beberapa bentuk kekerasan seksual. Namun banyak yang tidak pernah mengungkapkan pengalaman traumatis mereka.

Menanggapi kekerasan berbasis jender dan HIV, UNAIDS melihat hal ini sebagai tanggung jawab global untuk keadilan sosial.

Deklarasi Politik tentang HIV AIDS pada tahun  2011, negara-negara anggota PBB berjanji untuk menghilangkan ketidaksetaraan jender, pelecehan dan kekerasan berbasis jender, dan melindungi perempuan dari risiko infeksi HIV.  Namun kekerasan berbasis jender adalah realitas yang merasuk di seluruh dunia, kata UNAIDS. (un.org).

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home