Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Heri Darmanto 10:44 WIB | Selasa, 06 Juli 2021

Pedoman Catur Babak Tengah

Catur. (Foto: dicebreaker.com)

SATUHARAPAN.COM - Dalam kesempatan ini, kita akan melanjutkan belajar catur mulai dari dasar agar mendapatkan manfaat maksimal dari permainan olahraga otak ini. 

Pedoman Catur merupakan panduan bagi pemain catur untuk membantu pengambilan keputusan langkah catur. Pedoman Catur berisi kalimat arahan (apa yang harus dilakukan, apa yang sebaiknya dilakukan) atau kalimat larangan (apa yang tidak boleh dilakukan, jangan dilakukan) yang akan kita terapkan sesuai posisi catur yang kita hadapi. 

Pedoman Catur dapat dikelompokkan menurut babak/fase permainan (pembukaan, middle atau ending) atau menurut elemen catur (taktik, menyerang, bertahan, kalkulasi, strategi, studi, psikologi, dll). Pada (Bagian-4) seri ini kita membahas Pedoman Catur Khusus Babak Tengah yang terpenting.

Pedoman Catur Babak Tengah

Pedoman Catur Babak Tengah berlaku untuk babak tengah setelah babak pembukaan terlewati.  Pedoman Catur Babak Tengah yang terpenting adalah sebagai berikut:

Jika lawan menyerang lewat sayap, lakukan counter di pusat. Jangan membuka permainan jika kalah dalam perkembangan perwira. Sebelum menyerang lewat sayap, kendalikan kuasai petak pusat lebih dahulu. 

Lakukan penyerangan di area mana kita memiliki kelebihan keuntungan. Serangan yang sukses adalah serangan yang dilakukan berdasarkan kelebihan sendiri dan kelemahan lawan.

Kalau menang materi, sederhanakan menuju ending menang dengan melakukan pertukaran perwira seperti menteri, benteng dan perwira lainnya.

Kalau menang materi jangan bidaknya yang diadu, tapi perwiranya. Semakin sedikit jumlah bidak maka peluang remis akan semakin besar.

Sebaliknya kalau kalah materi, adu bidak sebanyak-banyaknya. Jangan mengadu perwiranya. 

Kalau diserang lawan, maka lebih dahulu lakukan serangan balik. Jika tidak bisa counter seperti ini, maka netralkan serangan dengan mengadu perwira kuat milik lawan. Jika masih tidak bisa barulah melakukan langkah bertahan seperti jaga, lari, tutup, dll.

Kalau sedang menyerang, jangan mengadu perwira tanpa ada tujuan yang jelas. Pertukaran perwira sedapat mungkin bisa memperkuat serangan, bukan sebaliknya melemahkan atau menetralkan serangan kita.

Setiap pertukaran buah catur, hendaknya sedapat mungkin mendapatkan manfaat keuntungan baik taktis ataupun strategis.

Jangan lakukan pertukaran yang malah menguntungkan lawan.

Lakukan pertukaran bidak jika posisi buntu, agar bisa mendapatkan ruang gerak untuk buah catur kita. Posisi tertutup dengan hutan bidak, cenderung menuju permainan remis. 

Untuk mencari menang, kondisikan posisi catur mempunyai bentuk bangunan yang tidak seimbang. Semakin tidak seimbang posisi, maka peluang menang kalah semakin besar. Yang dipertimbangkan soal ketidakseimbangan posisi ini misalnya: perbandingan materi buah catur, keamanan raja, struktur bidak, penguasan lajur baris diagonal, penguasaan petak, ruang gerak, tempo dan lain-lainnya. 

Jika posisi seimbang, lakukan provokasi ke lawan agar menciptakan kelemahan di kubu lawan. Kelemahan lawan tentunya nanti kita jadikan dasar untuk rencana serangan. Melemahkan di sini yang dimaksud adalah melemahkan posisi raja lawan, melemahkan struktur bidak lawan, memaksa perwira lawan tidak aktif, dan lain-lain.

Dasar strategi penyerangan dan pertahanan hendaknya dibuat berdasarkan pada bentuk bangunan yang kita hadapai yang biasanya dilihat pada kelemahan lawan, keunggulan kita, kelemahan kita dan keunggulan lawan.  

Untuk menyerang perlu membuka lajur atau baris atau diagonal. Hal ini adalah diperlukan untuk jalan masuk bagi para perwira catur kita ke kubu lawan.

Untuk serangan yang sukses, sedapat mungkin jumlah perwira penyerang yang terlibat lebih banyak dibandingkan jumlah perwira bertahan.

Serangan ke arah Raja yang sukses, setidaknya dilakukan sedikit 3 (tiga) perwira yang menyerang. Hal ini perlu agar jika dalam penyerangan membutuhkan pengorbanan pada proses taktik da kombinasi, jumlah perwira untuk eksekusi masih ada cukup untuk menangkap Raja lawan.

Serangan yang kuat adalah serangan yang tidak mudah dijaga atau dihalau oleh lawan. Jika kalah posisi atau kalah serangan, tetap aktif dalam pergerakan buah catur, pasang jebakan. Jebakan menolong lawan membuat blunder atau salah langkah sehingga malah peluang menang untuk kita. Serangan serentak pada kedua sayap punya peluang lebih besar untuk berhasil.

Catur sebagian besar adalah taktik. Jadi kuasai taktik catur agar catur anda sukses. Dikatakan punya ilmu taktik catur bagus jika otak bisa dengan cepat instan detik-an bisa mengenali keberadaan taktik pada posisi catur yang dihadapi. Taktik adalah langkah-langkah catur yang merupakan pelaksanaan dari rencana penyerangan dan pertahanan.

Strategi adalah rencana penyerangan atau pertahanan sesuai bentuk bangunan yang dihadapi. Pastikan miliki perencanaan srategi, meskipun nantinya belum tentu berhasil. Memiliki strategi planning jelek masih lebih baik daripada main catur tanpa strategi sama sekali.

Kalkulasi catur adalah skill catur terpenting, namun sekaligus merupakan skill yang paling sulit dikuasai secara sempurna oleh pecatur. Lakukan kalkulasi catur jika diperlukan secara teliti, jauh ke depan (sesuai tuntutan poisisinya), cepat dan lengkap akurat.

Jika tidak berhasil dalam penyerangan di babak tengah karena pertahanan lawan kuat, maka siapkan para perwira menuju ending yang menguntungkan. 

Evaluasi posisi catur adalah hal yang sangat penting. Pastikan memilih langkah yang mana evaluasi caturnya setelah melangkah lebih baik nilainya dibandingkan sebelum melangkah. 

Kuasai lajur terbuka dengan benteng dan menteri. Setelah menguasai lajur, selanjutnya perwira berat bisa maju menyerang masuk ke baris ke-7 dan ke-8 (untuk putih) dan baris ke-2 dan ke-1. 

Kuasai diagonal terbuka dengan gajah, bisa ditunjang menteri. Penguasaan diagonal panjang dengan Gajah bisa menyerang dengan memajukan bidak-bidak maju jauh ke depan yang diawasi dari jauh oleh gajah ini.

Memiliki perwira sepasang gajah adalah keuntungan untuk posisi bidak terbuka. Sepasang gajah akan lebih aktif dengan membuka permainan seluas-luasnya. Sebaliknya kuda unggul di posisi tertutup, karena kuda bisa melangkah meloncati buah catur lain. 

Nilai material buah catur standarnya menteri sembilan, benteng lima, kuda tiga, gajah tiga, bidak satu. Nilai buah catur ini secara relatif bisa meningkat atau berkurang sesuai posisi catur yang terjadi. Semakin besar peran buah catur yang bisa membahayakan buah lawan, maka semakin meningkat nilai buah catur tersebut. 

Secara umum, jika ada perwira dengan satu Gajah, letakkan bidak pada petak yang berlainan warna dengan warna petak gajah kita. Hal ini berguna untuk memperbesar ruang gerak daya jangkau Gajah kita. 

Jika posisi kalah, jangan mudah menyerah, tetap main aktif. Persulit lawan memenangkan permainan. Tingkatkan akurasi langkah kita meskipun saat bertahan. 

Menghadapi Gajah fianchetto, bisa dinetralisir kekuaan gajah tersebut dengan mengadu gajah kita. Cara lain kita bisa melakukan Fianchetto tandingan baik yang searah atau yang berhadapan langsung dengan fianchetto gajah lawan.

Selalu perbaiki posisi perwira kita. Mengaktifkan perwira yang tidak aktif, selalu merupakan strategi kecil yang bagus. Perwira catur kita yang tidak aktif, bisa dipindahkan ke petak baik yang mudah untuk menyerang dan juga bertahan.

Selalu batasi ruang gerak perwira lawan. Membatasi mengunci para perwira catur lawan seringkali juga merupakan strategi kecil yang bagus. 

Kumpulkan keunggulan kecil, sedikit demi sedikit meningkat besar agar bisa dikonversi menjadi keuntungan besar yang berpengaruh mencapai kemenangan.

Demikian, pembahasan pedoman catur pada tulisan hari ini. Pada kesempatan selanjutnya, kita akan membahas tentang Pedoman Catur Babak Akhir. Sampai bertemu lagi, salam sehat dan penuhi protokol kesehatan dari pemerintah menghadapi pandemi agar terhindar dari virus yang membahayakan kita. 

Baca juga: Pengen Belajar Catur Bagaimana Caranya dan Darimana Dulu? (Bagian-1) 

Baca juga:Lanjutan: Pengen Belajar Catur Bagaimana Caranya dan Darimana Dulu? (Bagian-2).  

Baca juga Pedoman Bermain Catur (Bagian-3). 

 


MN Heri Darmanto

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home