Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 11:06 WIB | Sabtu, 02 April 2016

Pembangunan Perpustakaan Akan Menggunakan Anggaran Multiyears

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Ade Komarudin (tengah) di acara press gathering di Hotel The Sahira Bogor Jawa Barat, Jumat (1/4) malam. (Foto: Endang Saputra)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Ade Komarudin mengatakan, rencana pembangunan perpustakaan DPR terbesar se-Asia Tenggara menggunakan anggaran multiyears.

"Begitu ada usulan pembangunan perpustakaan di DPR oleh cendekiawan, saya cek ternyata ada anggaran multiyears. Saya juga belum cek kebeneran ini. Saya baru meminta penjelasan ke kesekjenan sudah sejauh mana itu," kata Ade, di Hotel The Sahira Bogor Jawa Barat, Jumat (1/4) malam.

"Sebesar 570 miliar itu bukan anggaran perpustakaan saja. Tapi itu anggaran untuk pembangunan gedung yang dialihkan," dia menambahkan.

Selain itu, kata Ade dalam usulan pembangunan perpustakaan oleh cendekiawan masalah anggaran kalau tidak bisa dialihkan dari pembangunan gedung DPR ke perpustakaan, itu tidak apa-apa.

"Kalau untuk gedung DPR saja saya kurang setuju. Di sini kita bisa berusaha maksimal gimana mengatasi itu tanpa harus membangun gedung DPR sampai sebesar itu. Tapi usulan cendekiawan menyebutkan kalau bisa anggaran dialihkan untuk itu. Kalau tidak bisa, tidak apa-apa," kata dia.

"Dalam rangka usulan, itu kan usulan dari para cendekiawan. Saya sambut baik. Tapi bisa disetujui, bisa tidak. Waktu dari awal jadi pemimpin saya kurang setuju pembangunan gedung. Saya tanya dulu karena ada moratorium," dia menambahkan.

Untuk itu, kata Ade, dalam proses pengalihan, pihak DPR akan membicarakan dengan Menteri Keuangan RI. Dia pun akan menyelesaikan di internal sendiri. "Soal pengalihan anggaran nanti akan dibicarakan dengan Menteri Keuangan," kata dia.

Ade mengaku soal rencana pembangunan perpustakaan belum konsultasi dengan Presiden Joko Widodo.

"Ini baru usulan dari para cendekiawan. Saya sambut baik gagasannya. Kalaupun jadi pembangunan gedung, kan harus ada perubahan nomenklatur. Kita tentu harus bicara dengan pemimpin fraksi, pemimpin DPR, juga dengan pemerintah," kata dia.

"Persoalannya, kita punya niat atau tidak untuk negeri ini, maju untuk negeri ini, untuk mencintai  buku, mencintai ilmu pengetahuan," dia menambahkan.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home