Loading...
DUNIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 12:51 WIB | Jumat, 14 Agustus 2015

Pemerintah Kuwait Berhasil Bongkar Jaringan Teroris

Ilustrasi. Pada bulan Juni pembom Saudi meledakkan dirinya di sebuah masjid Syiah di Kuwait, menewaskan 26 orang dan melukai ratusan orang. Kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (Foto: AP)

KUWAIT, SATUHARAPAN.COM – Pihak berwenang Kuwait menyita senjata besar yang diselundupkan dari Irak dan tersembunyi di bawah rumah-rumah di dekat perbatasan serta menangkap tiga tersangka anggota sebuah jaringan militan yang merencanakan untuk mengacaukan negara itu, kata media lokal.

Mayoritas Muslim Sunni Kuwait telah bersiaga sejak pembom bunuh diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meledakkan dirinya di sebuah masjid Syiah di ibu kota Kuwait kota pada akhir Juni, yang menewaskan 27 orang.

Pemerintah menyita amunisi seberat 19 ton, 144 kg bahan peledak, 68 senjata dan 204 granat di sebuah ladang daerah al-Abdali, dekat perbatasan Irak dan di dua rumah yang dirahasiakan keberadaannya, kata kantor berita negara KUNA.

Ketiga orang yang ditangkap adalah pemilik rumah, katanya.

Koran berbahasa Arab, al-Anba Kuwait mengatakan senjata itu telah diselundupkan dari Irak dan disimpan oleh anggota jaringan terkait dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

"Komplotan ini terkait dengan Hizbullah yang sedang diawasi untuk waktu yang lama," lapor koran tersebut.

"Para tersangka mengaku menjadi anggota organisasi teroris dan pasukan keamanan kemudian dibawa  ke tempat-tempat di mana senjata-senjata itu disembunyikan," kata kantor berita KUNA mengutip dari kementerian, menambahkan bahwa penyelidikan masih terus menangkap kaki tangan mereka.

Seorang juru bicara kementerian dalam negeri tidak bisa segera dihubungi untuk komentar.

Negara Teluk Arab, eksportir minyak yang bersekutu dengan Barat meluncurkan tindakan keras terhadap militan Islam setelah bom bunuh diri 26 Juni lalu.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan pada bulan Juni itu mereka memerangi gerilyawan garis keras, yang kata para pejabat berusaha untuk menyalakan perselisihan sektarian di negara di mana dua sekte Muslim secara tradisional hidup berdampingan dengan damai. (reuters)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home