Loading...
EKONOMI
Penulis: Bob H. Simbolon 22:12 WIB | Senin, 04 April 2016

Pertamina: Transformasi Pengadaan Berpotensi 651 Juta Dolar

Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto (kedua dari kiri), Direktur Keuangan PT Pertamina Arif Budiman (kiri) dan VP Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro (paling kanan) memberikan keterangan pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta hari Senin (4/4) (Foto: Bob H Simbolon)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - PT Pertamina (Persero) menyatakan transformasi pengadaan minyak mentah dan produk minyak oleh Integrated Supply Chain (ISC) berpotensi memberikan dampak finansial bagi perusahaan senilai 651 juta dolar AS hingga tahun 2017.

"Dampak finansial itu adalah penciptaan nilai tambah bagi perusahaan dan efisiensi yang dihasilkan," kata Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, hari Senin (4/4).

Senior Vice President ISC Pertamina Daniel Purba mengatakan ada tiga tahapan yang diuraikan dalam transformasi ISC yang dimulai pada tahap 1.0 (Quick Wins) yaitu penyelenggaraan pengadaan minyak mentah dari produk kilang yang kompetitif di ISC.

Pada tahap 1.0 ini, ISC Pertamina mengklaim telah memberi kontribusi nyata bagi kinerja Pertamina secara keseluruhan dengan dihasilkannya efisiensi sebesar 208,1 juta sepanjang tahun lalu.

Kemudian, tahap 2.0 (World Class) yaitu penyelenggaraan bisnis hilir yang menciptakan margin lebih baik dengan enam inisiatif yang dikembangkan antara lain pemilahan minyak mentah berdasarkan nilai keekonomian dan penambahan daftar minyak mentah yang dapat diolah di kilang Pertamina.

Inisiatif lainnya adalah pembenahan kebijakan pengadaan, peningkatan volume minyak mentah domestik, optimasi pengolahan serta penyederhanaan syarat dan ketentuan pengadaan sesuai dengan standar internasional.

Sedangkan Tahap 3.0 (Talent Engine) yaitu penyiapan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur dalam rangka menghadapi tantangan bisnis yg lebih kompleks sejalan dengan peningkatan kapasitas kilang.

Daniel juga mengemukakan sejumlah program terobosan seperti memperpendek mata rantai pemasok, meningkatkan pemanfaatan dan fleksibilitas kapal-kapal Pertamina, memberikan kesempatan yang setara dan adil kepada semua pemasok yang terdaftar, dan implementasi pelanggan yang transparan.

Dirut Pertamina mengemukakan dari inisiatif-inisiatif yang mulai dilakukan ISC tahun 2016 ini, Pertamina berpotensi dapat menciptakan nilai tambah dan efisiensi sebesar 651 juta dolar AS hingga 2017.

"Ini tentu sangat menggembirakan apabila ruang-ruang pembenahan dapat dioptimalkan sehingga mendatangkan manfaat bagi Pertamina dan juga Indonesia," ucapnya. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home