Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 10:00 WIB | Selasa, 14 Juni 2016

Piala Eropa 2016: Kolektivitas Melawan Kreativitas

Jelang Pertandingan Islandia vs Portugal
Piala Eropa 2016: Kolektivitas Melawan Kreativitas
Timnas Islandia (dailymail.co.uk)
Piala Eropa 2016: Kolektivitas Melawan Kreativitas
Timnas Portugal (gettyimages.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Piala Eropa 2016 menjadi debut bagi Islandia pada turnamen akbar Eropa. Islandia menjalani babak kualifikasi Piala Eropa 2016 grup A yang menjadi salah satu grup neraka dalam babak kualifikasi. Bergabung di dalamnya Rep. Ceko, Turki, Belanda, yang memiliki tradisi kuat dalam sepakbola.

Pencapaian Islandia selama babak kualifikasi cukup mencengangkan. Belanda dibuat takluk dalam pertandaingan tandang-kandang. Dua kekalahannya didapatkan saat tandang ke Rep. Ceko dan Turki.

Dua laga ditahan imbang Kazakhstan dan Latvia, selebihnya 6 laga dimenanginya. Sebagaimana timnas Hungaria yang tidak diperkuat pemain bintang, hasil ini menyingkirkan Belanda dari kejuaraan Piala Eropa 2016.

Portugal datang ke Prancis dengan skuad yang terluka setelah tersisih lebih awal di fase grup di Piala Dunia 2014. Dengan bermaterikan sebagian besar pemain di Piala Dunia 2014, Portugal menjalani babak kualifikasi grup I Piala Eropa dengan mulus meskipun sempat terjegal tim gurem Albania di pertandingan awal.

Bersama Albania pula akhirnya Portugal lolos sebagai juara grup setelah menyapu kemenangan pada 7 laga berikutnya termasuk mengalahkan tim-tim kuat Denmark dan Serbia.

Islandia dan Portugal sebelumnya pernah berjumpa dalam babak kualifikasi Piala Eropa 2012 dimana Portugal memenangi kedua laga dengan skor 3-1 dan 5-3.

Pencapaian kedua tim dalam turnamen besar jauh berbeda. Portugal telah lolos ke babak final Piala Eropa sebanyak 7 kali dengan pencapaian terbaik menjadi runner up pada tahun 2004 saat dikalahkan 1-0 oleh Yunani. Sementara Piala Eropa 2016 menjadi debut Islandia dalam turnamen besar.

Dalam kejuaraan Piala Eropa 2016, kedua tim akan bertemu di fase grup E pada 14 Juni 2016 di Stadion Stade Geoffroy Guichard, Saint-Etienne, Prancis pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB.

Prediksi pertandingan

Dari head to head kekuatan antar lini kedua kesebelasan, di atas kertas Portugal lebih unggul dibanding Islandia.

Tiga gelandang Portugal Veirinha, Silva, dengan Moutinho sebagai inspirator dalam mengalirkan bola ke Ronaldo ataupun Quaresma akan mendapat dukungan Nani di sayap kiri dan Ronaldo yang bisa bermain sebagai gelandang maupun penyerang.

Jika Moutinho dalam performa terbaik, pelatih Portugal Fernando Santos bisa sedikit lega karena kemampuan Moutinho membaca permainan sejauh ini bisa membantu dalam bertahan maupun saat menyerang.

Selagi gelandang Islandia mampu mematikan peran Moutinho, serangan Portugal ke jantung pertahanan Islandia bisa sedikit tersendat. Itu artinya Christiano Ronaldo harus bekerja lebih keras lagi membuka pertahanan Islandia melalui sayap.

Kondisi ini bisa menjadi serangan balik bagi Portugal. Menghadapi tim dengan pola permainan bertahan Portugal sering mengalami kesulitan. Final Piala Eropa 2004 menjadi pengalaman pahit Portugal saat dikalahkan Yunani pada partai puncak di hadapan pendukungnya sendiri.

Lagi-lagi bermain tanpa bintang sering menguntungkan permainan secara tim. Inilah kekuatan tim-tim lemah seperti Islandia.

 Dalam pola awal 4-4-2, saat tertekan pelatih Islandia Lars Lagerback akan memainkan pola 5-4-1 dengan menarik Gunnarsson di belakang Gylfy Sigurdsson untuk mengantisipasi naiknya gelandang Portugal Veirinha dan meninggalkan Gudjohnsen sendirian di depan. Gudmundsson akan menjadi motor penggerak lini tengah Islandia.

Sejauh ini peran dan kreativitas G Sigurdsson cukup efektif meredam permainan tim-tim kuat. Di babak kualifikasi tim-tim kuat Turki, Rep. Ceko, Belanda telah merasakan hasil pahit dikalahkan Islandia melalui serangan balik.

Di sisi lain, ketergantungan tim Portugal pada figur Ronaldo yang banyak mewarnai permainan Portugal bisa menjadi bumerang bagi Portugal. Sejauh Moutinho ataupun Nani bisa memecah kebuntuan ketika Ronaldo dalam pengawalan ketat, Portugal akan menuai hasil yang diharapkan. Namun jika gelandang dan pemain belakang Islandia yang dikomandoi Ragnar Sigurdsson bisa mematikan pergerakan Moutinho, Portugal dalam bahaya besar.

Patut dicatat, Belanda yang dipenuhi pemain gelandang-penyerang tangguh dibuat tidak berdaya oleh Islandia yang hanya bermodalkan kedisiplinan, ketekunan, dan semangat memenangi pertandingan. Sedikit teledor pada lini tengahnya, Portugal akan menuai hasil pahit yang telah dirasakan Belanda saat tersingkir di babak kualifikasi.

 

Perkiraan susunan pemain:

Islandia (4-2-3-1) : Halldórsson (gk), Sævarsson, Árnason, R Sigurdsson, Skúlason,  Bjarnason, Gunnarsson, G Sigurdsson, Gudmundsson, Gudjohnsen/Bödvarsson, Sigthorsson. | pelatih: Lars Lagerback

Portugal (4-3-3) : Patricio (gk), Cedric/ Guerreiro, Pepe, Carvalho, Alves, Vieirinha, Danilo/Silva, Moutinho, Ronaldo, Quaresma, Nani/Eder. | pelatih: Fernado Santos

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home