Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 15:12 WIB | Senin, 22 Agustus 2016

PM Australia Beri Pengemis Rp 50.000 Picu Perdebatan

Koran Australia menggambarkannya sebagai "Miserly Mal". Tetapi di sisi lain, dia juga dikecam karena justru memberikan uang.
Dalam perjalanan sebelum memberikan pidato ekonomi penting pada hari Kamis (18/8), Turnbull berhenti untuk menyalami pengemis dan memberikan uang. (Foto: bbc.com)

MELBOURNE, SATUHARAPAN.COM - Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, memberikan uang sebesar AU$5 atau sekitar Rp 50.000 kepada seorang pengemis di jalan kota Melbourne, seperti dilaporkan bbc.com, hari Jumat (19/8).

Dalam perjalanan sebelum memberikan pidato ekonomi penting pada hari Kamis (18/8), Turnbull berhenti untuk menyalami pengemis dan memberikan uang.

Tetapi tindakan kecil kemurahan hati ini segera menjadi pembicaraan di media sosial, tempat warga gemar mengecam PM Australia dari berbagai sudut.

Sebagian orang memandang Turnbull pelit dan mengatakan dia adalah pria yang kaya dan uang kertas tersebut diambil dari segepok uang.

Koran Australia menggambarkannya sebagai "Miserly Mal". Tetapi di sisi lain, dia juga dikecam karena justru memberikan uang.

Wali Kota Melbourne, Robert Doyle, mengatakan memberikan sesuatu kepada pengemis mendukung kebiasaan menggunakan narkoba dan kemiskinan. Doyle menyebutkan, Turnbull sebaiknya menyalurkan uangnya untuk menyumbang ke badan kemanusiaan.

Banyak orang yang menduga perdana menteri bersikap dermawan karena berada di depan kamera.

Tetapi dia juga mendapatkan dukungan. "Anda melihat seorang pria yang seharusnya bisa memberi lebih. Saya sekadar melihat seorang laki-laki yang memberi," tulis salah satu pengguna Twitter.

Turnbull, seorang mantan bankir yang kaya, menghadapi sejumlah kegagalan sejak menduduki jabatan PM Australia setelah pemilu yang ketat.

Dia kemudian bicara tentang tindakannya memberi uang kepada pengemis pada hari Jumat lalu.

"Saya merasa kasihan terhadap orang itu," kata dia kepada stasiun radio Melbourne 3AW.

"Ini merupakan sebuah reaksi manusiawi dan saya meminta maaf jika itu trnyata mengecewakan banyak orang,” dia menambahkan.

Turnbull bukanlah politisi pertama yang memicu perdebatan setelah melakukan tindakan kecil yang mulia di jalan.

Mantan pemimpin Partai Buruh Inggris, Ed Miliband juga pernah dipergoki memberikan uang kepada pengemis perempuan pada 2014.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home