Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 17:45 WIB | Rabu, 06 Januari 2016

Pori Tetap Proses Hukum Anggota DPR yang Mengumpat Polisi

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Herman Herry menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (31/8). Herman Herry di periksa sebagai saksi terkait kasus pengadaan dan pemasangan SHS Solar Home System di Kementrian ESDM. (Foto: Antara/Reno Esnir)

KUPANG, SATUHARAPAN.COM – Kepala Bidang Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, proses hukum kasus anggota DPR Herman Herry dengan AKBP Albert Neno terus berjalan walaupun sudah ada kata berdamai dari kedua belah pihak.

"Kalau secara manusiawi memang mereka sudah berdamai. Namun secara hukum kasus ini akan terus dilanjutkan sampai pada tahap penyelesaiannya," katanya kepada wartawan di Kupang, hari Rabu (6/1).

Sebelumya dalam pertemuan antara Herman Herry dengan AKBP Albert Neno di Bereskrim Polri Jakarta pada hari Selasa (5/1) kemarin anggota Fraksi PDI-P tersebut telah menyampaikan permintaan maafnya kepada Albert Neno, karena teleh menyampaikan umpatan dan makian kepada seorang perwira kepolisian Polda NTT.

Jules menambahkan permintaan maaf tersebut juga telah diterima oleh AKBP Albert Neno, yang pada saat itu juga dipanggil oleh Wakil Kepala Bareskrim Mabes Polri Irjen Pol Syahrul Mamma.

"Semua barang bukti sudah kita limpahkan ke Bareskrim, dan selanjutnya kasus ini sepenuhnya milik Bareskrim untuk penanganan kasus selanjutnya," kata dia.

Sementara itu terkait hasil rekaman telepon yang diperoleh dari pihak Telkomsel juga lanjutnya telah serahkan semuanya kepada Bareskrim untuk menanggani hal tersebut.

Sementara itu AKBP Albert Neno yang dhubungi mengatakan belum bisa menyampaikan keterangan karena baru tiba di Kupang pagi tadi, sehingga belum bisa memberikan keterangan terkait alasannya dipanggil ke Bareskrim.

"Saya masih di luar, nanti saja baru kita bertemu," katanya.

Lebih lanjut mantan Kapolres Manggarai Barat tersebut mengatakan, beberapa waktu lalu ada beberapa petugas Propam dari Bareskrim telah di kirim ke Polda NTT.

Namun alasan kedatangan empat orang propam Bareskrim tersebut ke wilayah Polda NTT tidak diketahui oleh Jules.

"Saya tidak tahu alasan mereka datang ke sini, apakah terkait masalah anggota DPR atau ada masalah lain lagi yang sedang ditangani," kata dia.

Polda NTT juga lanjutnya akan memeriksa staf dari Herman Herry bernama Rony yang telah menyampaikan pernyataan palsu terkait umpatan tersebut, sebab jika ditemukan adanya pernyataan palsu maka staf anggota DPR tersebut akan diberikan sanksi. (Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home