Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 08:02 WIB | Kamis, 30 Januari 2020

Presiden Irak Ancam Parlemen Tunjuk Perdana Menteri Dalam 3 Hari

Presiden Irak, Barham Saleh. (Foto: dok. AFP)

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM-Presiden Irak, Barham Saleh, pada hari Rabu (29/1) mengancam untuk secara sepihak menunjuk seorang pengganti perdana menteri negara itu, yang mengundurkan diri pada bulan Desember, jika parlemen tidak mencalonkan seorang kandidat dalam waktu tiga hari.

"Jika blok terkait tidak dapat menyelesaikan masalah pencalonan selambat-lambatnya pada Sabtu, 1 Februari... Saya melihat kewajiban untuk menggunakan kekuatan konstitusional saya dengan menugaskan siapa pun yang saya anggap paling dapat diterima oleh parlemen dan rakyat," tulis Barham Saleh dalam surat yang dilihat oleh AFP.

Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi mengundurkan diri pada bulan Desember setelah dua bulan protes mematikan terhadap pemerintahnya, tetapi ia tetap menjabat dalam status sementara, karena partai-partai politik di Irak yang terpecah gagal menyetujui penggantian.

Menurut konstitusi Irak, blok terbesar parlemen harus mencalonkan seorang perdana menteri dalam waktu 15 hari setelah pemilihan legislatif. Calon tersebut kemudian ditunjuk oleh presiden dan ditugaskan untuk membentuk pemerintahan dalam waktu satu bulan.

Namun demikian, Irak berada dalam situasi yang belum membuat ketentuan tentang situasi ketika perdana menteri mengundurkan diri. Konstitusi Irak tidak membuat ketentuan untuk pengunduran diri perdana menteri,  dan proses menentukan penggantinya. Periode 15 hari sejak Abdel Mahdi mengundurkan diri telah lama berakhir.

Setiap kandidat perdana menteri Irak akan membutuhkan persetujuan tidak hanya dari kelas politik Irak yang sekarang retak, tetapi juga otoritas agama Syiah, dan tetangga Iran. Pengaruh negara yang menjadi saingan Amerika Serikat dan protes masyarakat sipil anti-pemerintah telah mendorong Iran mencengkeram Irak sejak Oktober.

Pada akhir Desember, Barham Saleh secara resmi menolak untuk pencalonan gubernur provinsi Basra, wilayah yang kaya minyak, Assaad al-Aidani, sebagai perdana menteri di mana dikatakan ia akan terlalu "kontroversial." Ini terkait bahwa calon tersebut diajukan atas pengaruh kuat Iran dan otoritas agama Islam Syiah.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home