Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 17:39 WIB | Senin, 28 November 2016

Puluhan Ribu Rakyat India Protes Larangan Tarik Tunai

Allahabad: Pekerja dari Partai Samajwadi menghambat jaluar kereta api di dekat Stasiun Prayag di Allahabad, pada hari Senin (28/11), sebagai bagian dari protes secara nasional terhadap kebijakan PM India, Narendra Modi yang melarang penarikan uang tunai dari ATM untuk nominal tertentu. (Foto: PTI)

KOLKATA, SATUHARAPAN.COM – Puluhan ribu rakyat India berpartisipasi dalam unjuk rasa nasional, Senin (28/11), menolak larangan penarikan uang tunai bernominal besar yang dituding oleh kelompok oposisi memicu darurat keuangan.

India masih bergolak atas keputusan kontroversial Perdana Menteri Narendra Modi hampir tiga pekan lalu untuk menarik 86 persen uang dari peredaran dalam semalam yang memicu krisis uang tunai meski roda perekonomian negara tersebut berjalan sebagian besar menggunakan uang tunai.

Sekitar 25 ribu orang berunjuk rasa di Kota Kolkata, ibu kota Negara Bagian Bengal Barat. Chief Minister (kepala pemerintahan daerah) Mamata Banerjee memperingatkan potensi “kerusuhan dan epidemi” jika larangan tersebut tidak dicabut.

Sekitar 6.000 orang berunjuk rasa di Mumbai, yang merupakan pusat bisnis di wilayah barat India, menurut pernyataan kepolisian.

Namun, banyak masyarakat awam mendukung keputusan pemerintah jika hal itu memaksa warga kaya India membayar pajak dengan menyimpan dana mereka di bank. Hanya segelintir negara bagian menyerukan aksi mogok nasional.

“Kami memprotes darurat keuangan yang diberlakukan pemerintah dan kesulitan yang dihadapi rakyat di seluruh penjuru negeri karena keputusan ilegal ini,” ujar Manish Tiwari, dari kubu oposisi Partai Kongres India.

“Keputusan pelarangan penarikan uang tunai bernominal besar dilakukan tanpa izin dan undang-undang, dan jelas ilegal.”

Warga diharuskan menyimpan uang bernominal 500 dan 1.000 rupee di bank hingga akhir tahun, dan hanya dapat menukar uang secara langsung dalam jumlah kecil dengan mata uang baru.

Namun, otoritas India kesulitan mencetak mata uang baru untuk memenuhi permintaan dan para ekonom mengatakan krisis uang tunai akan berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi.(Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home