Loading...
RELIGI
Penulis: Ignatius Dwiana 19:34 WIB | Kamis, 16 Januari 2014

Romo Magnis: Tekanan Ekonomi dan Negara Membuat Orang Intoleran

Romo Mudji Sutrisno SJ dan Romo Franz Magnis Suseno SJ. (Foto: Ignatius Dwiana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Maraknya kasus intoleransi pada 2013—menimpa jemaah Ahmadiyah, Muslim Syi’ah, maupun umat Kristiani—menurut Romo Franz Magnis Suseno SJ diakibatkan dua hal. Yaitu, kondisi hidup sehari-hari yang begitu keras karena tekanan ekonomi sehingga tidak membantu membuat orang toleran. Selain itu, negara juga tidak menjalankan tugasnya.

“Sebetulnya kita mempunyai Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang yang cukup untuk menjamin kebebasan beragama. Tetapi, aparat pemerintah tidak berani untuk menjalankannya,” kata Romo Franz Magnis Suseno SJ ketika diwawancara satuharapan.com di sela-sela pameran tunggal sketsa Romo Mudji Sutrisno SJ bertema ‘Dari Stupa ke Stupa’di Galeri Cipta 3 Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pekan lalu.

Menyoal orang-orang dalam birokrasi pemerintahan yang justru memperuncing intoleransi dalam kasus Muslim Syi’ah Sampang, Romo Franz Magnis berkomentar,”Seharus yang terjadi dengan Syi’ah di Sampang, kalau mereka di tempat sendiri sudah mau damai itu harus disambut gembira baik oleh administrasi lokal maupun pusat tetapi dalam kenyataan disabotase. Jadi, kita di dalam pemerintah punya orang-orang yang tidak mau toleran, mau menang sendiri, dan sebetulnya tidak bersemangat Pancasila.”

Keberadaan Korban

Selama enam puluh delapan tahun Indonesia merdeka, negara ini telah memakan terlalu banyak korban, seperti masalah ekonomi, masalah agama dan keyakinan. Menurut Franz Magnis, keberadaan para korban,“musti menantang kita untuk bertobat. Yang sudah menjadi korban harus diaku sebagai korban dan dimungkinkan hidup bersama kita dengan damai dan terhormat.”

Romo Franz Magnis berharap sosok pemimpin Indonesia mendatang baik di eksekutif dan legislatif dapat memberi jaminan keamanan warganya tanpa terkecuali.

“Saya mengharapkan bahwa kita semua menyepakati dan pemerintah menjamin keamanan segenap warga Indonesia untuk hidup sesuai dengan keyakinannya, agamanya. Bukan mengurusi orang lain bagaimana saya harus beribadah.”

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home