Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 06:36 WIB | Rabu, 08 Januari 2014

Satlak Prima Prioritaskan Dua Event Unggulan

Dua perenang nasional, Triady Fauzy (kiri), dan Yessy Y (kanan), cabang olahraga renang merupakan cabang potensial pendulang emas bagi Indonesia. (foto: Prasasta)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Surya Dharma mengatakan pada Selasa (7/1) di kantornya di Tanah Abang, Jakarta bahwa untuk tahun ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Satlak Prima mengimbau para atlet agar fokus pada dua cabang.

Surya Dharma mengatakan Satlak Prima mempersiapkan atlet menuju Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Tidak ketinggalan juga untuk SEA Games 2015 di Singapura.

“Atlet dari seluruh cabang olahraga yang ada di pelatnas akan mencapai 1.500 orang, dan nantinya kita harapkan atlet sebanyak itu akan benar-benar bersinar dan meraih prestasi puncak, agar memperbaiki peringkat yang dihasilkan sebelumnya,” kata Surya Dharma.

Surya berharap, semua kendala yang ada di tahun 2013 tidak lagi muncul di tahun 2014, dengan harapan prestasi atlet nasional mengalami peningkatan pesat dalam menggapai prestasi puncak. Semua itu tidak lain untuk memperbaiki peringkat kontingen Indonesia baik di SEA Games maupun Asian Games.

Pada Asian Games 2010 Indonesia berada dalam 15 besar perolehan medali, Surya Dharma mengatakan bahwa harapannya pada 2014 mendatang Indonesia dapat meningkat prestasinya menuju 10 besar. Hal itu yang menjadi perhatian semua pengurus cabang olahraga yang atletnya dipromosikan ke multi event empat tahunan Asia.

Sedang di SEA Games XXVII Myanmar Desember 2013, kontingen Indonesia menempati posisi empat besar. Melalui persiapan yang matang dalam waktu satu setengah tahun, diharapkan kontingen Indonesia memperbaiki posisinya saat tampil di Singapura tahun 2015.

Surya Dharma mengaku salah pada SEA Games di Myanmar silam, karena Rp. 250 miliar tidak dapat dimanfaatkan dengan baik bagi peningkatan prestasi para atlet di tingkat internasional, dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat pecinta olahraga di Indonesia.

Kondisi ini dia yakini mengganggu konsentrasi atlet yang dipromosikan ke multi event dua tahunan di kawasan Asia Tenggara ini. (satlakprima.com)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home